Ma'ruf Sepakat Khotib Harus Berdakwah dengan Santun Tak Caci Maki Pemimpin

Senin, 24 Desember 2018 08:08 Reporter : Merdeka
Ma'ruf Sepakat Khotib Harus Berdakwah dengan Santun Tak Caci Maki Pemimpin Cawapres Maruf Amin. ©Istimewa

Merdeka.com - Calon wakil presiden Ma'ruf Amin, bersilaturahmi dengan Ikatan Khotib dan Dai Dewan Masjid Indonesia (DMI). Adapun sempat dibicarakan agar berkotbah secara santun dalam menyampaikan syiar agama Islam yang rahmatan lilalamiin.

Ketua Umum Ikatan Khatib DMI, KH Hamdan Rasyid mengatakan, ini disepakati dalam halaqoh nasional yang telah dilaksanakannya.

"Maksud kholakoh itu adalah bagaimana menjadikan forum khotbah itu sebagai sarana dakwah yang santun, dakwah yang selalu mengajak kedamaian. Bukan sebagai sarana mencaci maki. Apalagi mencaci maki pemimpin negara, nah itu kita hindari," ujar KH Hamdan di kediaman Ma'ruf, Jalan Situbondo, Jakarta, Minggu (24/12).

Dia menegaskan, pihaknya mengajak para khotib agar mengedepankan akhlakul karimah, wawasan yang luas, dan menghindarkan dari hal-hal yang sifatnya caci maki dan sebagainya.

Mendengar itu, Ma'ruf merasa senang dan sesuai keinginan semua pihak. Dimana agama jangan menjadi tempat untuk menyampaikan ujaran kebencian ataupun kalimat tak santun.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia itu, Khotib bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga kedamaian.

"Karena itu faktor khotib menjadi penting dalam menjaga kedamaian. Karena itu saya menyambut baik para khatib untuk melakukan upaya mengedukasi khatib-khotib supaya berada dalam kerangka untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjaga kerukunan di antara umat beragama khususnya umat Islam," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini