Ma'ruf: Saat Ini Tidak Sedikit Berdakwah Agama Islam dengan Wajah Garang

Senin, 26 Oktober 2020 16:15 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Ma'ruf: Saat Ini Tidak Sedikit Berdakwah Agama Islam dengan Wajah Garang Wapres Maruf Amin. ©Antara

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin hadir dalam acara Haul ke-39 Al-Maghfurlah KH Abd Hamid bin Abdullah bin Umar. Ma'ruf memuji pendekatan yang dilakukan oleh Hamid dan patut untuk dijadikan suri tauladan dalam mensyiarkan agama Islam.

Menurutnya, selain mempunyai pengaruh kuat dalam mendakwahkan Islam dengan santun dan lembut, Hamid dikenal berdakwah melakukan pendekatan hikmah. Yakni menyentuh hati nurani para umat yang membuka mata hati untuk belajar.

"Saat ini tidak sedikit yang melakukan dakwah agama Islam dengan wajah yang garang, jauh dari ajaran Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Oleh karena itu, apa yang sudah diajarkan oleh Mbah Hamid tersebut merupakan contoh dan teladan yang sangat baik bagi kita semua untuk berdakwah mengenalkan agama Islam dengan cara hikmah, mau'izhah hasanah (memberikan nasihat baik) dan mujadalah billati hiya ahsan (diskusi dengan cara yang baik)," Ma'ruf ungkap melalui konferensi video, Senin (26/10).

Ma'ruf menjelaskan, pendekatan hikmah yaitu menghadirkan kesadaran seseorang melalui peristiwa tertentu yang dapat mengunci daya nalar dan hati orang tersebut. Sehingga, orang tersebut dapat menerima risalah Islamiyah dengan sepenuh hati dan kesadaran.

"Model dakwah sebagaimana digunakan oleh Mbah Hamid tersebut terbukti sangat efektif untuk menumbuhkan daya tarik masyarakat untuk belajar lebih dalam dan mengamalkan dengan sungguh-sungguh ajaran Islam," ucapnya.

Ma'ruf menyampaikan kekagumannya terhadap sosok Hamid yang semasa hidupnya dikenal sederhana dan jauh dari publisitas. Hal seperti itu dalam tradisi ilmu tasawuf dikenal dengan Khumul. Yaitu fokus pada aktivitas kebaikan dengan membungkus dan menutupinya agar tidak diketahui orang lain.

Namun, menurut dia, di masa sekarang sifat Khumul sudah banyak dilupakan, terlebih lagi dengan kemajuan teknologi yang memungkinkan beredarnya berbagai informasi secara cepat dan mudah di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sifat Khumul perlu ditumbuhkan kembali agar terus tercipta interaksi yang santun, sederhana, dan tawadhu atau rendah hati sehingga dapat membawa keberkahan dalam hidup.

"Namun demikian kehidupan keseharian Mbah Hamid telah memberikan teladan kepada kita bahwa pilihan hidup khumul itu justru membawa keberkahan hidup di dunia dan di akherat kelak. Pada kesempatan yang baik ini saya mengajak kita semua untuk meneladani dan mengikuti apa yang telah dilakukan oleh al-maghfurlah Mbah Hamid," imbaunya.

Ma'ruf mencatat, di era digital sekarang ini dimana publisitas mudah diraih, banyak orang terjebak di dalam mentalitas syuhrah, yaitu mentalitas pencitraan diri agar dikenal luas.

"Segala sesuatu amal kebaikan yang dilakukan seakan harus diketahui seluas mungkin oleh publik. Publisitas di era digital ini seakan menjadi kata kunci untuk mengukur kebaikan seseorang. Padahal belum tentu apa yang di-publish (publikasi) itu mempunyai dampak positif yang lebih besar daripada yang tidak di-publish," ungkapnya.

Ma'ruf mengingatkan, bahwa hal tersebut tidak boleh menggoyahkan niat baik para ulama dan pemuka agama untuk memanfaatkan media digital dalam menyebarkan ajaran agama dan kebaikan. Sebab, selain sisi negatif, media digital juga memiliki sisi positif yang besar bila dimanfaatkan dengan baik.

"Meskipun begitu dakwah melalui media digital sesungguhnya juga diperlukan pada era saat ini karena dakwah melalui digital jangkauannya lebih luas dan dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Yang penting niatnya tetap tulus, ikhlas karena Allah Subhanahu wa ta'ala," tegasnya.

KH Abdul Hamid bin Abdullah bin Umar adalah seorang ulama kelahiran Lasem, Jawa Tengah, pada 22 November 1914. Sosoknya dikenal sebagai seorang yang bersahaja dan tidak pernah menonjolkan diri dalam publikasi dan politik. Kendati demikian, KH Abdul Hamid bin Abdullah bin Umar kerap mendakwahkan Islam dengan lembut sehingga sangat dihormati dan disegani oleh masyarakat. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Wapres Maruf Amin
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini