Ma'ruf Amin Tinjau Vaksinasi AstraZeneca Para Anggota MUI

Rabu, 7 April 2021 09:42 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Ma'ruf Amin Tinjau Vaksinasi AstraZeneca Para Anggota MUI Wakil Presiden Ma'ruf Amin Tinjau Pemberian Vaksinasi di Kantor MUI. ©Setpwapres

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meninjau pemberian vaksin di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ma'ruf hadir sekitar pukul 8.30 WIB didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melihat langsung pemberian vaksin AstraZeneca untuk para anggota MUI.

"Hari ini saya ikut menyaksikan vaksinasi di Majelis Ulama Indonesia Pusat, ini yang keempat, istimewanya vaksinasi keempat ini menggunakan AstraZeneca," kata Ma'ruf saat berkunjung di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Rabu (7/4).

Dia mengatakan, vaksin AstraZeneca istimewa lantaran sebelumnya MUI telah menetapkan vaksin tersebut haram namun boleh digunakan dalam keadaan darurat. Karena itu, dia berharap, dengan MUI menggunakan vaksin tersebut dapat menimbulkan kepercayaan kepada masyarakat.

"Maka MUI menggunakan AstraZeneca supaya tidak ada keraguan dari segi kebolehan oleh MUI ini akan dilanjutkan ke MUI sehingga tidak ada keraguan," ungkapnya.

Dia menjelaskan, vaksinasi saat pandemi menjadi kewajiban seluruh masyarakat. Hal tersebut diperuntukan untuk mencapai herd immunity.

"Karena memang menjaga diri itu adalah wajib," ungkapnya.

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca haram. Sebab, vaksin Covid-19 yang diproduksi di Korea Selatan itu mengandung enzim babi.

"Vaksin produk AstraZeneca ini hukumnya haram karena dalam tahapan proses produksinya memanfaatkan tripsin yang berasal dari babi," kata Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorum Ni'am Sholeh dalam konferensi pers, Jumat (19/3).

Keputusan MUI menetapkan vaksin Covid-19 AstraZeneca haram berdasarkan hasil rapat komisi fatwa. Dalam rapat tersebut, MUI mendengarkan penjelasan pemerintah pusat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta PT Bio Farma.

Meski vaksin Covid-19 AstraZeneca haram, MUI membolehkan penggunaannya karena lima alasan. Pertama, saat ini Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Artinya, Indonesia sedang mengalami darurat kesehatan sehingga sangat membutuhkan vaksin Covid-19.

"Ada kondisi kebutuhan mendesak atau hajah basyariyah dalam konteks fiqih yang menduduki kedudukan syar'i atau darurat syar'iyah," jelasnya.

Kedua, ada keterangan dari ahli yang kompeten dan terpercaya bahwa terdapat bahaya atau risiko fatal jika tidak segera dilakukan vaksinasi Covid-19. Ketiga, ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 guna mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Keempat, ada jaminan keamanan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca oleh pemerintah.

"Kelima pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin Covid-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia baik di Indonesia maupun tingkat global," tandasnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini