Ma'ruf Amin: Penanggulangan TBC Tak Boleh Surut Sekalipun Pandemi Covid-19

Rabu, 24 Maret 2021 16:32 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Ma'ruf Amin: Penanggulangan TBC Tak Boleh Surut Sekalipun Pandemi Covid-19 Wapres Maruf Amin. ©2020 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta penanganan tuberkolosis (TBC) tidak surut di masa pandemi Covid-19. Menurut Ma'ruf Amin, sumber daya saat ini terkuras untuk mengatasi pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan kapasitas dalam mengatasi TBC menjadi jauh berkurang.

"Penanggulangan TBC tidak boleh surut sekalipun dalam situasi pandemi Covid-19," kata Ma'ruf saat memberikan pidato pada acara puncak Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) Tahun 2021 diselenggarakan secara daring Kementerian Kesehatan, Rabu (24/3).

Menurut dia, upaya mengatasi TBC dalam kondisi pandemi Covid-19 justru harus semakin ditingkatkan. Alasannya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperkirakan bahwa angka kematian TBC bakal meningkat apabila layanan penanganan TBC terganggu akibat pandemi Covid-19.

"Sesuai dengan perkiraan WHO, bahwa kematian akibat TBC akan bertambah sejumlah 400 ribu di seluruh dunia, atau setiap jam bertambah sekitar 46 orang meninggal, jika kelangsungan layanan TBC esensial terganggu selama pandemi Covid-19," ujar dia.

Ma'ruf menjelaskan, salah satu faktor yang paling terdampak pandemi adalah sistem pengumpulan dan pelaporan data kasus TBC. Hal ini berdasarkan laporan WHO tahun 2020, bahwa data pelaporan kasus TBC di lebih dari 200 negara menunjukkan penurunan yang signifikan.

"Bahkan di India, Indonesia, dan Filipina dilaporkan mengalami penurunan 25% sampai 30% antara Januari dan Juni 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019. Menurut WHO, penurunan dalam pelaporan data kasus ini dapat menyebabkan peningkatan dramatis dalam kematian tambahan akibat TBC," ujar dia.

Pada dasarnya, lanjut Ma'ruf, TBC merupakan penyakit menular klasik yang seharusnya sudah dapat diatasi oleh manusia. Namun, sampai saat ini di seluruh dunia TBC masih menjadi salah satu dari 10 penyakit penyebab utama kematian akibat dari satu jenis infeksi saja.

"Berdasarkan laporan WHO tahun 2020, sebanyak 1,4 juta orang meninggal akibat TBC pada 2019, termasuk di dalamnya 208.000 orang dengan HIV," paparnya.

Melansir laporan WHO, Ma'ruf menyebutkan, bahwa kasus baru TBC pada tahun 2019 diperkirakan 10 juta orang di seluruh dunia. Yang terdiri dari 5,6 juta laki-laki, 3,2 juta perempuan dan 1,2 juta anak-anak.

"Prevalensi TBC dapat ditemukan di seluruh negara dan seluruh kelompok umur," ujarnya. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini