Mark up biaya vaksin meningitis, dua dokter tersangka korupsi

Kamis, 11 April 2013 15:50 Reporter : Mohamad Taufik
Mark up biaya vaksin meningitis, dua dokter tersangka korupsi Ilustrasi dokter. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menetapkan dua dokter sebagai tersangka dugaan korupsi vaksin meningitis untuk calon jamaah umrah di Pekanbaru.

"Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan jamaah umrah yang mencurigai tarif vaksin meningitis di Pekanbaru sangat mahal dari daerah lain," kata Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Andri Ridwan di Pekanbaru, Kamis (11/4).

Seperti dikutip dari Antara, Andri tersangka berinisial MD yang merupakan dokter gigi, dan satu lagi berinisial S. Mereka bertugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II A, yang lokasinya dekat dengan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

"Berdasarkan hasil audit, kerugian negara mencapai sekitar Rp 759 juta," katanya.

Menurut dia, Kepala KKP Pekanbaru Iskandar sudah lebih dulu diajukan ke pengadilan sebagai terdakwa dalam kasus sama.

Modus kejahatan tersangka adalah dengan menetapkan tarif vaksin meningitis kepada jamaah umrah lebih mahal dari ketentuan yang berlaku. Namun, setelah ditelusuri, kelebihan uang tersebut tidak disetorkan ke negara.

"Sudah ada aturan mengenai tarif vaksin sekitar Rp100.000, tapi dinaikkan mereka bervariasi. Jadi ada yang bayar Rp250 ribu bahkan ada yang mencapai Rp500 ribu per orang," kata Andri.

Dugaan kasus korupsi ini terjadi antara Januari 2011 sampai Desember 2011, dan Januari 2012 sampai Juli 2012.

Tersangka menyalahgunakan wewenang, di mana KKP Pekanbaru mendapat mandat dari negara untuk memberikan vaksin meningitis bagi setiap calon jamaah umrah. Mereka diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi.

Kedua tersangka dan terdakwa Kepala KKP, Iskandar dijerat dengan pasal berlapis yakni, Pasal 12 huruf e Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi, junto pasal 55 ayat 1 ke KUHP, junto Pasal 64 ayat 1 ke 1 KUHP. [mtf]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Korupsi
  3. Meningitis
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini