Margonda Depok Terancam Amblas Akibat Penggunaan Air Tanah Tak Dibatasi

Sabtu, 16 Maret 2019 04:37 Reporter : Nur Fauziah
Margonda Depok Terancam Amblas Akibat Penggunaan Air Tanah Tak Dibatasi Jalan Margonda Depok. ©2018 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Penggunaan air tanah di Depok memicu terjadinya penurunan tanah. Dari sekitar 2 juta penduduk Depok, banyak yang memanfaatkan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari. Ditambah lagi sektor usaha komersial yang juga memanfaatkan air tanah untuk kebutuhannya.

Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH), Heri Blangkon mengatakan jumlah penduduk di Kota Depok pada 2015 sebanyak 2.095.351 orang. Jumlahnya meningkat di tahun 2016 menjadi 2.142.464 orang.

"Berdasarkan peneliti kebijakan ekonomi, asumsi jumlah manusia yang berada di Kota Depok bisa mencapai lebih dari 2,5 juta jiwa," katanya, Jumat (15/3).

Dia melanjutkan, dari 2,5 juta jiwa yang menggunakan sumber daya air di kota dengan luas 200,29 kilometer. Dia menegaskan bahwa penggunaan air tanah perlu dibatasi. Karena jika dibiarkan akan mengancam kondisi geografis Depok.

Yang terparah, menurut dia, bisa terancam amblas jika penggunaan air tanah tidak segera dibatasi. "Pemanfaatan air tanah di Kota Depok perlu dibatasi," tegasnya.

Perkembangan Depok yang masif perlu diimbangi dengan kajian mendalam. Termasuk kajian mengenai air tanah. Infrastruktur penyediaan air pun harus dipikirkan secara matang. "Jika banyaknya apartemen, mal, dan universitas di Kota Depok akan menyedot pemanfaatan air tanah di Kota Depok, sementara PDAM tidak mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat Kota Depok," paparnya.

Diduga saat ini masih banyak pengusaha hotel, apartemen, ruko, dan mal yang menggunakan air tanah di sepanjang Jalan Margonda. Dugaan tersebut sesuai dengan hasil pembayaran pihak pelanggan di sepanjang Jalan Margonda.

"Pelanggan sepanjang jalan Margonda tak menggunakan PDAM, ada tapi sedikit, tentu aktivitas kegiatan di sana cukup banyak, diduga masih menggunakan air tanah," kata Manajer Pemasaran PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Imas Dyah Pitaloka.

Dia menuturkan, sepanjang Jalan Margonda sudah masuk zona merah. Artinya tidak boleh menggunakan air tanah karena dari hasil penelitian yang dilakukan konsultan PDAM Depok dari Universitas Indonesia (UI) bahwa penggunaan air tanah secara terus menerus bisa memicu pergeseran tanah dan kemiringan pada gedung.

"Khusus jalan Margonda ini kan banyak bangunan gedung bertingkat dan pusat belanja masih menggunakan air tanah, jika dibiarkan khawatir amblas dan pergeseran tanah. Maka kami imbau menggunakan air pam untuk menjaga kelestarian lingkungan," tutupnya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini