Marah, warga mulai berani perang dengan polisi

Kamis, 23 April 2015 07:09 Reporter : Ya'cob Billiocta
Marah, warga mulai berani perang dengan polisi Ilustrasi. ©Istimewa

Merdeka.com - Konflik yang terjadi antara polisi dan warga seperti tidak ada habis-habisnya. Ada saja permasalahan melibatkan keduanya, yang harus berakhir dengan tembakan atau lemparan batu dan panah. Bahkan tidak sedikit sampai terjadi pembakaran kantor polisi.

Kalau sudah begini, jatuhnya korban luka hingga nyawa melayang dari kedua pihak tidak terhindarkan. Dan ini yang sering terjadi di banyak daerah.

Wibawa polisi seolah luntur di mata masyarakat. Hal ini pula yang mendorong warga berani melawan dan mengeroyok polisi.

Tetapi bagaimana pun arogansi polisi dan tindakan beringas warga tidak dapat dibenarkan konstitusi, karena Indonesia negara hukum.

Berikut kemarahan warga berujung konflik dengan polisi:

1 dari 4 halaman

Lerai perkelahian, polisi malah dikeroyok warga

polisi malah dikeroyok warga rev2Ilustrasi. ©Istimewa

Anggota Dalmas Polres Cirebon Brigadir Muh Andi Al Mujid (22) dikeroyok beberapa pemuda. Korban dihajar hingga babak belur, lalu diarak dengan motor sebelum akhirnya digeletakan di wilayah Cangkol, Kota Cirebon, Minggu (15/3).

Kapolres Cirebon Kota AKBP H Dani Kustoni mengatakan, awalnya ada dua kelompok warga yang terlibat kericuhan di halaman parkir sebuah tempat hiburan yang ada di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Cirebon di Jalan Cipto MK. Saat itu korban berusaha melerai keributan itu.

"Tapi malah dipukuli oleh kelompok tadi. Saat itu korban tidak sedang bertugas jadi tidak pakai seragam," ujar Dani Kustoni kepada merdeka.com, Selasa (17/3).

Korban dipukuli dengan tangan kosong dan juga dengan botol minuman. Korban yang sudah tak berdaya itu dilucuti pakaiannya dan dinaikkan ke atas sepeda motor milik salah satu pelaku. Korban kemudian diarak di Kota Cirebon dengan hanya memakai celana dalam. Beruntung saat sampai di Cangkol, konvoi para pelaku dipergoki anggota polisi.

Para pelaku langsung kabur dan membiarkan korban tergeletak di tengah jalan. selanjutnya korban langsung dilarikan ke RS Pelabuhan untuk mendapatkan perawatan medis. Malam itu juga polisi melakukan pengejaran, delapan orang akhirnya dibekuk.

2 dari 4 halaman

Protes warga berujung bentrok lawan polisi

berujung bentrok lawan polisi rev2Ilustrasi. ©2014 Merdeka.com

Tujuh warga Paniai, Papua tewas dalam bentrok melawan polisi yang terjadi di Enarotali Kabupaten Paniai, Papua, Senin (8/12). Aksi yang berawal dari protes warga ke kantor kepolisian setempat, atas dugaan pelecehan yang dilakukan anggota polisi kepada salah seorang warga, berakhir dengan berondongan senjata.

Wakapolri waktu itu, Komjenpol Badrodin Haiti mengatakan bahwa sebelum kejadian, warga memang sedang melakukan protes atas dugaan aksi pelecehan keyakinan berujung penganiayaan, yang dilakukan oleh seorang anggota Polsek setempat kepada anak sekolah menengah.

"Polsek jelas rusak, ada juga beberapa anggota yang mengalami luka," ujar Badrodin.

3 dari 4 halaman

Keluarga pencuri emas rusak kantor polisi

emas rusak kantor polisi rev2Ilustrasi . ©2013 Merdeka.com

Gara-gara dua anggota keluarganya ditembak polisi hingga tewas lantaran melakukan perlawanan saat ditangkap atas kasus pencurian emas, sejumlah warga melakukan pengerusakan terhadap Mapolsek Semendawai Suku, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Selasa (24/6/2014). Satu polisi terluka akibat peristiwa tersebut.

Lima warga yang merusak sudah diamankan, sedangkan massa yang lain masih dalam pengejaran petugas.

"Kami sudah turunkan satu kompi Brimob dari Polres OKU Timur untuk mengamankan lokasi," kata Kabid Humas Polda Sumsel saat itu, Kombes Pol R Djarod Padakova.

4 dari 4 halaman

Pelajar serang mobil patroli sampai penyok

mobil patroli sampai penyok rev2Ilustrasi. ©twitter/@Rhezazone

Empat pelajar tanpa alasan jelas melempari mobil patroli Satlantas Polres Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung dengan batu. Keempatnya berinisial Ri (19) warga Kampung Tegalrejo, Kelurahan Sungaibaru, Ar (15) warga Kampung Baru, Kelurahan Tanjung, Fi (16) warga Kampung Baru, Tanjung dan Fah (15) warga Kampung Keranggan Tengah, Tanjung.

"Penangkapan terhadap empat orang yang semuanya masih berstatus pelajar yang diduga sebagai pelaku tersebut, kami lakukan pada Selasa (21/4) sekitar pukul 23.00 WIB di rumah masing-masing," ujar Kapolres Bangka Barat melalui Kepala Bagian Operasional Kompol Dadang Wijaya kepada wartawan di Muntok, Bangka Barat, Rabu (22/4).

Dia mengatakan, penangkapan terhadap empat orang pelaku tersebut dilakukan anggota Polsek Muntok yang dipimpin oleh Kapolsek Iptu Yogie Pramagipta.

"Mereka kami tangkap karena diduga sebagai pelaku tindak pidana dengan cara melakukan kekerasan secara bersama-sama pada Minggu (12/4), sekitar pukul 01.00 WIB di depan SLTP Negeri 2 Muntok," kata dia.

Dia menerangkan, kronologi kejadian itu berawal ketika mobil patroli lalu lintas Polres Bangka Barat merek Toyota Vios dengan nomor polisi XXVIII-1101-35, berpatroli rutin di Jalan Raya Tanjung Kalian, Muntok.

Saat melintas di depan SMP Negeri 2 Muntok, tiba-tiba mobil tersebut dilempari dengan batu, yang mengakibatkan kaca depan kendaraan pecah, pintu depan sebelah kanan penyok dan tergores. [cob]

Baca juga:
Kelompok separatis Papua Barat ngamuk, hajar polisi dan warga
Pelaku pengeroyokan anggota polisi di Cirebon bisa dihukum berat
Tak lagi disegani, polisi jadi bulan-bulanan preman dan warga
Dalmas dikeroyok geng motor, Polri hanya imbau petugas hati-hati
Keroyok dan telanjangi polisi, geng motor layak dihukum berat
Cerita polisi di Cirebon dikeroyok, diarak & ditelanjangi warga
Lepas piket, anggota Polisi laut di Bali dipukuli pemabuk

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini