Manuver pengacara bebaskan Saipul Jamil dari kasus pencabulan

Selasa, 23 Februari 2016 07:50 Reporter : Adriana Megawati, Iqbal Fadil
Manuver pengacara bebaskan Saipul Jamil dari kasus pencabulan Saipul Jamil tes urine. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Tak hanya melontarkan bantahan dan mengancam melaporkan pihak yang menyudutkan, tim kuasa hukum penyanyi dangdut Saipul Jamil terus bermanuver agar sang klien bebas. Mereka kini meminta polisi membuat berita acara pemeriksaan (BAP) ulang.

Salah satu pengacara Saipul, Kasman Sangaji mengungkapkan, mereka telah mengajukan permintaan itu kepada penyidik. Kasman juga menuding, pelapor DS tidak memiliki saksi saat kejadian berlangsung.

"Menurut keyakinan kami bahwa pelapor tidak memiliki saksi, sehingga tidak kuat statementnya," ucap Kasman Sangajidi halaman Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (22/2).

Tim pengacara telah menyampaikan secara tertulis surat pencabutan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pada tanggal 18-19 Febuari lalu. "Saya sampaikan kedatangan kali untuk menyampaikan secara tertulis surat pencabutan BAP pada tanggal 18-19 Febuari 2016," ujar Kasman.

Kasman menuturkan alasan mengajukan BAP ulang dikarenakan pada saat pemeriksaan Saipul hanya sendiri. "Alasannya kenapa kita ajukkan BAP ulang, karena klien kami tidak didampingi tim kuasa hukum sejak awal," tegas Kasman.

Sambil menunggu perkembangan penyidikan, tim pengacara juga berniat mengajukan penangguhan penahanan. "Penangguhan penahanan rencananya iya, mudah-mudahan nanti tinggal lihat nanti aja, kita lihat perkembangannya," ujarnya.

Pada hari Minggu (21/2), tim pengacara yang menggelar jumpa pers di kediaman Saipul di Kelapa Gading juga menceritakan kronologi versi mereka. Saipul saati itu hendak membangunkan DS untuk diajak salat subuh.

"anak itu di sini untuk diajari ibadah. Syarat mau kerja dengan Bang Ipul itu wajib iktikaf di masjid, dibangunkan waktu salat subuh susah, karena (korban) tidak terbiasa bangun pagi. Dia (korban) tidak bangun, wajar mungkin kelelahan, bang Ipul sedikit memukul, pas dibangunkan dia kaget," ucap Kasman.

Kasman menuturkan DS datang sendiri ke rumah Saipul. "Anak itu bukan dipanggil, dibujuk, dirayu, dijanjikan sesuatu, ditarik, diculik, tetap dengan sadar anak itu dengan inisiatif sendiri datang ke sini (rumah Saipul Jamil)," ujarnya.

Selain itu ia menegaskan bahwa DS bukanlah remaja di bawah umur dan tidak ada sedikitpun perbuatan cabul yang dilakukan Saipul Jamil terhadap DS selama pertemuan berlangsung.

"Kita bisa pertanggungjawabkan. Dia bukan di bawah umur, tapi alat bukti kami tidak dapat di bongkar di media. Dia bukan anak di bawah umur," tegas Kasman lagi.

Kuasa hukum Saipul Jamil 2016 merdeka.com/adriana megawati



Menjawab bantahan dari kubu Saipul, Kapolres Jakarta Utara Kombes Daniel Bolly Tifaona dengan tegas mengatakan bahwa tidak akan memberhentikan kasus tersebut sekalipun korban mencabut laporannya.

"Ini bukan kasus delik aduan. Kalaupun korban misalnya mencabut (laporan), akan kami lampirkan di berkas, biar nanti sebagai pertimbangan hakim. Kami tidak akan berhentikan kasus ini," tegas Daniel Bolly Tifaona usai mengunjungi Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (22/2).

Terkait bantahan pencabulan yang kini dilontarkan kuasa hukum Saipul Jamil, Bolly mengatakan kepolisian tidak akan terpengaruh. "Bantahan itu haknya dia, tersangka mau membantah atau mencabut itu haknya tersangka. Jadi sekali lagi penyidik tidak mengejar omongan tersangka," ucap Bolly. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini