Manuver Benny Wenda Datangi PBB Buat Suarakan Isu Papua Hingga Berujung Pengusiran

Selasa, 1 Oktober 2019 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Manuver Benny Wenda Datangi PBB Buat Suarakan Isu Papua Hingga Berujung Pengusiran Benny Wenda. bennywenda.org

Merdeka.com - Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda tiba-tiba muncul saat Sidang Umum (SU) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tujuannya, untuk menyuarakan isu pelanggaran HAM di Papua.

Namun upayanya tersebut pupus setelah ditolak PBB. Berikut manuver Benny Wenda demi bisa menghadiri Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Minggu (29/9):

1 dari 5 halaman

Datang dengan Delegasi Vanuatu

Saat mencoba menghadiri Sidang Umum PBB, Benny dan rombongannya tidak datang bersama perwakilan Indonesia, melainkan bergabung dengan delegasi Vanuatu. Tapi ternyata, Benny tidak bisa masuk dalam Sidang Umum PBB tersebut.

Delegasi Indonesia yang juga mantan petinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM) Nick Messet yang ikut dalam delegasi Indonesia menegaskan, Benny dan rombongannya tidak diizinkan masuk karena yang bersangkutan bukan warga negara Vanuatu.

2 dari 5 halaman

Minta Perwakilan Anggota PBB Datang ke Papua

Benny Wenda dan rombongan dikabarkan sengaja datang ke New York untuk melobi komisioner HAM PBB, agar dapat mengirim perwakilannya ke Papua. Di New York saat itu sedang berlangsung Sidang Umum PBB yang dihadiri beberapa negara PBB lainnya.

"Saya berharap pemerintah Indonesia dan Presiden Jokowi akan mengizinkan Komisaris Tinggi PBB untuk mengunjungi Papua Barat, karena ini adalah krisis HAM," kata Benny kepada SBS News.

Menjadi negara yang nyaris ditumpangi Benny, Vanuatu menyuarakan isu Papua di tengah Sidang Majelis Umum PBB. Di hadapan majelis, Perdana Menteri Vanuatu Charlot Salwai Tabimasmas mengutarakan kecamannya atas pelanggaran HAM di Papua.

Terkait hal tersebut, delegasi Indonesia yang hadir di PBB menggunakan hak jawab yang berisi kecaman, sekaligus meluruskan komentar yang dibuat PM Vanuatu.

3 dari 5 halaman

Isu Papua Minim Dibicarakan di PBB

Delegasi Indonesia yang juga mantan petinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM) Nick Messet mengatakan bahwa isu Papua sangat minim dibicarakan di SU PBB. Hanya Vanuatu dan Solomon saja yang membahas isu Papua di SU PBB, karena negara pasifik fokus ke isu yang lebih penting buat mereka, yakni perubahan iklim.

Setiap negara yang hadir, menyampaikan masalah yang dialami, dengan harapan menjadi perhatian. Selebihnya, ada sejumlah masalah yang mengemuka dibahas dalam SU PBB, di antaranya perseteruan AS, Arab dengan Iran, lalu isu terkait perubahan iklim, kemudian perang dagang hingga perseteruan pribadi AS-China, Korea Selatan dan Jepang yang menegang, Krisis Venezuela, Perdamaian di Afghanistan, serta Status Otonomi Kashmir.

4 dari 5 halaman

Dilarang Masuk ke Sidang Umum PBB

Delegasi Indonesia yang juga mantan petinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM), Nick Messet mengungkapkan pemimpin gerakan separatis Papua Benny Wenda dilarang masuk dalam Sidang Umum (SU) PBB. Menurut Nick, ada peraturan baru SU PBB kali ini yang sangat ketat, sehingga tidak sembarangan orang bisa masuk dan ikut sidang.

"Aturan ketat yang diterapkan adalah hanya warga negara resmi dari negara itu yang bisa masuk dalam ruangan SU PBB. Aturan ini perlu didukung dan ditaati," kata Nick kepada wartawan, Sabtu (28/9).

Lanjut Nick, contohnya saja delegasi Vanuatu, tidak ada orang lain yang ikut dalam rombongan itu, termasuk Benny Wenda yang sebelumnya dijadwalkan bisa masuk dalam SU PBB, namun tak terlihat batang hidungnya.

"Benny Wenda hanya berdiri di luar gedung pertemuan PBB. Tak jelas kapasitasnya," ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini Benny Wenda merupakan warga negara Inggris, setelah mendapat suaka politik dari negara tersebut pada 2003.

5 dari 5 halaman

Tanggapan Wiranto Soal Gagalnya Benny Wenda ke SU PBB

Benny Wenda ditolak masuk saat Sidang Umum PBB berlangsung. Menanggapi hal tersebut, Menko Polhukam Wiranto bersyukur gagalnya Benny hadir di Sidang Umum PBB.

"Alhamdulillah usaha mereka gagal, di KTT HAM di Swiss enggak dapat perhatian. Sidang PBB sudah selesai, enggak ada negara secara khusus dengarkan aspirasi mereka yang nyata-nyata bertentangan dengan resolusi PBB," tegasnya. [dan]

Baca juga:
Wiranto Tegaskan OPM dan Benny Wenda Gagal Total Angkat Isu Papua di Sidang PBB
Hadir di Markas PBB, Tokoh Separatis Papua Benny Wenda Diusir
Benny Wenda Harap Pemerintah Indonesia Izinkan Petinggi PBB Kunjungi Papua Barat
Delegasi Indonesia Sebut Benny Wenda Dilarang Masuk Sidang Umum PBB
Selesaikan Masalah Papua, Moeldoko Ajak Benny Wenda Bertemu
Orang-Orang Ini Disebut Pemerintah RI Jadi Dalang Kerusuhan di Papua

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini