Mantu Luhut Panjaitan Jadi Danpaspampres, Anggota DPR Minta Lihat Rekam Jejak

Jumat, 30 November 2018 14:32 Reporter : Sania Mashabi
Mantu Luhut Panjaitan Jadi Danpaspampres, Anggota DPR Minta Lihat Rekam Jejak Kolonel Inf Maruli Simanjuntak. ©istimewa

Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Bobby Adhityo Rizaldy menilai pelantikan Jenderal Andhika Perkasa sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) dan pengangkatan Maruli Simanjutak sebagai Komandan Paspampres (Danpaspampres) sebagai hal yang wajar. Sebab, kata dia, baik Andhika dan Maruli telah memiliki rekam jejak yang bagus.

"Jangan dilihat dari siapa mertuanya, tapi jejak rekam mereka memang hebat dan cemerlang," kata Bobby saat dihubungi merdeka.com, Jumat (30/11).

"Wajar bila mereka sekarang menempati jabatan-jabatan strategis, seperti Andika, selain cemerlang karirnya memiliki kelebihan dengan komunikasi ke Presiden," sambungnya.

Bobby mengatakan, baik Maruli ataupun Andhika sudah terbiasa bekerja dengan presiden. Sehingga rekam jejaknya tak perlu lagi diragukan.

"Kalau dulu biasanya yang menempati pos-pos strategis di bidang pertahanan adalah mantan-mantan ajudan, bila sekarang adalah eks-Paspampres, saya rasa karena selain jejak rekam yang terbaik, utamanya komunikasi dengan Presiden bagus," ujarnya.

Menurut Bobby saat ini memang sudah saatnya untuk tidak lagi menggunakan sistem penujukkan berdasarkan angkatan. Sebab, situasi semakin dinamis dan memerlukan gagasan atau ide yang terbaru.

"Terlalu lama bila posisi kepemimpinan strategis didasarkan pada angkatan, karena situasi saat ini sangat dinamis, memerlukan ide atau gagasan untuk merespon dan solusi yang kiranya tidak disempitkan dari ketersediaan calon pemimpin-pemimpin di angkatan tertua," ungkapnya.

Dia pun menyarankan sistem pemilihan yang tak lagi berdasarkan angkatan dilakukan di seluruh instansi. Hal itu, lanjut dia, dilakukan untuk mengurangi penumpukan perwira level menengah.

"Sudah saatnya memang tidak perlu berdasarkan angkatan tapi lebih pada kapabilitas dan kapasitas perwira, bukan hanya dr umur atau angkatan. Ini hendaknya dilakukan di seluruh instansi pemerintah baik ASN atau yg lain. Untuk menghindari penumpukan perwira atau ASN di level menengah," ucapnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini