Mantan Kepala Dispora Garut Cuma Divonis 3 Tahun Penjara, JPU Lakukan Banding

Jumat, 9 Juli 2021 14:05 Reporter : Mochammad Iqbal
Mantan Kepala Dispora Garut Cuma Divonis 3 Tahun Penjara, JPU Lakukan Banding ilustrasi sidang tipikor. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung memutuskan mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Kuswendi dan anak buahnya, Yana Kuswandi bersalah dalam kasus korupsi pembangunan sarana olahraga (SOR) Ciateul. Majelis hakim menjatuhkan vonis hukuman penjara 3 tahun dan denda Rp300 juta subsider kurungan 4 bulan penjara.

Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Sugeng Hariadi mengatakan bahwa Kuswendi dan Yana Kuswandi divonis bersalah oleh Majelis Hakim dalam sidang yang digelar Senin (5/7) di PN Tipikor Bandung.

Dia menjelaskan bahwa Majelis Hakim memandang bahwa kedua terdakwa terbukti melanggar pasal pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

"Kami sudah melakukan banding atas putusan tersebut. Ini kami lakukan karena putusan Majelis Hakim menggunakan pasal 3, sedangkan pasal primer kami adalah pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU RI No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP," kata Sugeng kepada wartawan, Jumat (9/7).

Sugeng mengungkapkan bahwa putusan Majelis Hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Dalam tuntutan, JPU menilai bahwa Kuswendi dan Yana Kuswandi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

"Hal tersebut sebagaimana dakwaan pertama Primair Jaksa Penuntut Umum yaitu melanggar Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindah Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," ungkapnya.

Oleh karena itu, JPU menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara enam tahun dan denda Rp300 juta subsider kurungan empat bulan penjara.

"Atas pertimbangan tersebut, kami melakukan banding. Memori banding sudah kita sampaikan," tutup Sugeng. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Korupsi
  3. Garut
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini