Mantan Kepala BIN yakin penikam Bripka Marhum Prencje teroris

Sabtu, 12 Mei 2018 06:44 Reporter : Merdeka
Mantan Kepala BIN yakin penikam Bripka Marhum Prencje teroris Hendropriyono. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Aparat Kepolisian kembali menjadi korban penyerangan di Mako Brimob Kelapa Depok. Kali ini, Bripka Marhum Prencje gugur ditikam oleh orang tak dikenal, Jumat (11/5) dini hari sekitar pukul 02.29 WIB.

Polisi masih mengusut pelaku yang sudah ditembak mati apakah bagian dari jaringan teroris atau tidak. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) H.M. Hendropriyono, menilai itu adalah ulah teroris.

Karenanya dia beranggapan kekuatan terorisme di Indonesia laksana puncak Gunung Krakatau di permukaan air laut.

"Berarti yang belum terlihat adalah badan sampai kaki gunung. Yang pasti lebih besar daripada puncaknya," ucap Hendropriyono.

Dia memandang perlu ada upaya lebih dalam menangani aksi terorisme. Karena bagaimanapun juga, keselamatan rakyat harus menjadi yang utama dan prioritas.

"Sekarang ini sudah harus menempatkan keselamatan rakyat sebagai hukum yang tertinggi," jelas Hendropriyono.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, menuturkan untuk menjadi acuan aparat penegak hukum melakukan upaya penanggulangan terhadap aksi terorisme yang terjadi di kemudian hari, maka perlu diselesaikannya revisi Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (RUU Anti-terorisme).

Dia juga menganggap insiden di Rutan Mako Brimob seharusnya menjadi pembelajaran bagi aparat penegak hukum untuk membenahi aturan-aturan tentang penanggulangan teror, termasuk perlakuan bagi narapidana terorisme.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, Bripka Marhum Prencje melihat orang tak dikenal mengamati penjagaan Mako Brimob selama lebih dari 2 jam.

"Bripka Marhum kemudian meminta bantuan dua rekannya, untuk mem-backup kegiatan, guna meminta memberikan keterangan orang yang tidak dikenal tersebut. Yang ketika ditanya mengaku berinisial TS untuk dibawa ke salah satu kantor Mako Brimob Polri," ucap Setyo di Mabes Polri, Jumat.

Dia menuturkan, Almarhum Bripka Marhum bersama tiga rekannya sempat menggeledah TS, baik di badan maupun tas yang dibawa. Akan tetapi tak ditemukan apa-apa.

"Kemudian yang bersangkutan dibawa ke kantor, ke salah satu ruangan tadi, menggunakan sepeda motor. Setibanya di kantor, dan akan masuk di salah satu ruangan, tiba-tiba orang yang mengaku TS tadi mengeluarkan pisau, yang ternyata disimpan di bawah alat kemaluan," ungkap Setyo.

Di sanalah, Almarhum Bripka Marhum yang berjalan di depan TS, dikejar oleh tersangka, dan langsung ditikam di bagian perut. Usai menikam, TS juga berusaha mengejar rekan Bripka Marhum.

"Dengan sigap, (petugas) mengambil sikap tegas dan terukur dengan menembak TS. Atas kejadian tersebut, TS meninggal dunia dan Bripka Marhum Prencje dibawa ke rumah sakit. Namun, setelah beberapa saat kemudian, Bripka Marhum Prencje gugur," kata Setyo.

Sebilah pisau disita sebagai barang bukti. Menurut dia, pihak kepolisian masih menyelidiki keterkaitan TS dengan terorisme.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini