Hot Issue

Mantan Kasat Reskrim Jaksel Tanya Ferdy Sambo: Kenapa Kami Harus Dikorbankan?

Selasa, 29 November 2022 13:33 Reporter : Nur Habibie
Mantan Kasat Reskrim Jaksel Tanya Ferdy Sambo: Kenapa Kami Harus Dikorbankan? Mantan Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Ridwan Soplanit (pegang mic). ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - "Pak Ferdy Sambo, kenapa kami harus dikorbankan dengan masalah ini?"

Tanya mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan R Soplanit ke Ferdy Sambo. Ridwan kembali menjadi saksi di sidang pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriyansyah Yosua Hutabarat dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Hal itu disampaikan di hadapan majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) bahkan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Ketika itu, ia sempat mempertanyakan kepada Ferdy Sambo yang melibatkan dirinya dalam kasus tersebut.

Ridwan berani menanyakan hal itu sebab akibat skenario Sambo, ia diganjar demosi 8 tahun oleh Komisi Kode Etik Polri.

Sanksi itu juga karena ia dianggap tidak profesional dalam menangani kasus tersebut.

"Di mana letak tidak profesional?" tanya hakim.

"Mulai dari oleh TKP yang mulia, kemudian barang bukti diambil alih oleh pihak lain," jawab Soplanit.

"Dan saat ini saudara masih ditempatkan di?" tanya hakim kembali.

"Saat ini kami di Yanma Polri yang mulia," jawab kembali Soplanit.

"Saudara sudah sekolah sespim, dan saudara akhirnya terhambat untuk melanjutkan karier saudara," ujar hakim.

"Betul yang mulia," kata Soplanit.

"Akibat peristiwa ini?" tanya kembali hakim.

"Betul yang mulia," jawab Soplanit kembali.

2 dari 3 halaman

Buat BAP Diintervensi Ferdy Sambo

Ridwan Soplanit menceritakan kepada hakim bahwa Ferdy Sambo memerintahkan terdakwa Arif Rachman Arifin membuat Berita Acara Interogasi (BAI) untuk Putri Candrawathi. Dengan kasus dugaan pelecehan seksual.

"Kemudian saya sampaikan kepada Kapolres saat itu, saya sampaikan mohon izin komandan, ini ada AKBP Arif diperintahkan Pak FS untuk buat BAP karena Bu Putri saat itu kondisinya belum bisa ke Polres karena alasannya saat itu lagi trauma. Akhirnya didatangi oleh AKBP Arif terkait dengan lembaran kronologis tersebut," kata Ridwan.

Setelah BAP Putri Candrawathi dibuat sesuai keterangan terdakwa Arif Rachman Arifin, Ridwan bertolak ke Rumah Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Saat itu dibuat di Polres Jaksel, tanpa kehadiran Bu Putri? Hanya mendengarkan penjelasan Arif?" tanya hakim.

"Kronologisnya yang dibawa. Yang AKBP Arif sampaikan bahwa itu kronologis dari Bu Putri yang disampaikan kepada beliau," jawab Ridwan.

3 dari 3 halaman
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini