KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Mantan gubernur Riau satu sel dengan pelaku pencabulan

Kamis, 14 November 2013 12:07 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Gubernur Riau Rusli Zainal ditahan KPK. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas II B Pekanbaru Sugeng Hardono menyatakan sejak ditahan pada awal Oktober 2013 hingga saat ini Rusli Zainal masih berada satu sel dengan pelaku cabul.

"Dia ( Rusli Zainal-mantan Gubernur Riau) masih ditahan di sel yang sama di Blok D. Dalam sel tersebut, yang bersangkutan sementara ini hanya dua orang, satu lagi merupakan tahanan kasus pencabulan," kata Sugeng kepada Antara di Pekanbaru, Kamis (14/11).

Tahanan kasus cabul tersebut menurut dia yakni S (43), telah dijatuhi vonis bersalah dan dihukum sepuluh tahun penjara namun masih menjalani proses banding.

Sugeng mengaku menjamin keberadaan Rusli Zainal di dalam rutan bersama pelaku cabul itu selama 24 jam.

"Seribu persen saya jamin beliau (Rusli Zainal) selama 24 jam berada di dalam rutan. Tidak benar kalau ada informasi dia diperbolehkan keluar rutan secara sembunyi-sembunyi," katanya.

Ia mengatakan, bahwa perlakuan untuk mantan gubernur itu sama dengan para tahanan lainnya dan tidak ada perlakuan spesial.

Rusli Zainal menurut dia selama di dalam rutan tetap menjalankan aktivitas sebagai tahanan, dan bukan sebagai seorang gubernur.

"Dia salat tetap bersama-sama dengan tahanan lainnya di masjid dalam rutan. Tidak ada pemberian ruang salat khusus. Begitu juga dengan fasilitas lainnya, juga sama dengan tahanan lainnya," kata dia.

Jadi, demikian Sugeng, sangat tidak benar kalau mantan Gubernur Riau itu mendapatkan perlakuan khusus selama berada di dalam rutan sebagai tahanan titipan Jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sugeng juga membantah Rusli Zainal diberikan kesempatan untuk keluar dari rumah tahanan dengan alasan apapun.

"Saya rasa semua pihak termasuk pers dan masyarakat mengawasi yang bersangkutan. Jadi sangat tidak mungkin kami bisa bermain-main seperti itu. Saya jamin seribu persen, dia berada di dalam rutan selama 24 jam, tidak kemana-mana," katanya.

Sugeng juga membantah informasi adanya kunjungan mendadak Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana ke Rutan Kelas II B Pekanbaru pada Rabu sore (13/11).

"Tidak benar itu, lagi pula kalau memang ada, pasti teman-teman wartawan lebih tahu. Kemarin itu nomor telepon saya tidak aktif karena habis baterai, bukan karena diperiksa Wamenkumham," katanya. [tts]

Topik berita Terkait:
  1. Korupsi PON
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.