Mantan Direktur Bank BJB Cabang Pekanbaru Jadi Tersangka Korupsi

Jumat, 20 Mei 2022 12:55 Reporter : Abdullah Sani
Mantan Direktur Bank BJB Cabang Pekanbaru Jadi Tersangka Korupsi Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menetapkan mantan Direktur Bisnis bank BUMD Jawa Barat cabang Pekanbaru, IO (35) sebagai tersangka korupsi. Penyidik menduga IO terlibat korupsi bersama nasabah Rp7,2 miliar.

Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Ferry Irawan mengatakan IO sudah dua kali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus berbeda.

Fery mengatakan, sebelumnya IO ditetapkan jadi tersangka kasus penggelapan Rp3,2 miliar pada Juni 2021 lalu.

"Status tersangka terhadap IO ini untuk kedua kalinya. Pertama kita tetapkan dia tersangka Juni 2021 lalu bersama satu orang lainnya," ucap Ferry, Jumat (20/5).

Di kasus awal, IO jadi tersangka setelah dilaporkan nasabahnya sendiri, Arif Budiman. Namun, kata Fery, belakangan baru diketahui bahwa keduanya ternyata kongkalikong dan membuat perusahaan merugi.

Sementara itu, Kasubdit 2 Tipibank Ditreskrimsus Polda Riau Kompol Tedy Ardian mengatakan, IO diduga terlibat kasus pemberian kredit modal kerja fiktif kepada sejumlah perusahaan yang menjadi nasabah.

"Saat kasus itu terjadi, tersangka ini menjabat sebagai direktur bisnis. Dia memberikan kredit modal kerja konstruksi fiktif," ujar Tedy.

Menurut Tedy, kredit yang diberikan tersangka kepada debitur grup perusahaan diduga pakai dokumen fiktif. Nasabah adalah Arif Budiman yang sudah lebih dulu jadi tersangka.

Tedy menjelaskan, Arif sebagai pengelola perusahaan mengajukan kredit modal kerja atas nama CV Palem Gunung Raya, CV Putra Bungsu dan CV Hikmah. Kredit diajukan Februari 2015 lalu.

"Dalam melakukan pencairan kredit CV Putra Bungsu dan CV Palem Gunung Raya diduga menggunakan surat perintah kerja tidak sah alias fiktif. Khususnya pekerjaan yang dilaksanakan di kantor DPRD Riau dan Dinas Pendidikan Kuantan Singgingi," jelasnya.

Dia menyebutkan, pencairan kredit modal kerja kontruksi tersebut masuk ke rekening giro CV Putra Bungsu dan ke rekening giro CV Palem Gunung Raya. Rekening ini dikelola oleh nasabah Arif.

Masih menurut Tedy, Arif Budiman merupakan nasabah yang memiliki hubungan kedekatan dengan tersangka IO. Ketika itu, IO menjabat manager bisnis pada 2015-2016.

"Tersangka IO menyalahgunakan kewenangan dengan tidak melakukan verifikasi kebenaran di kontrak. Termasuk keabsahan atas kontrak yang disampaikan tersangka AB (Arif Budiman)," katanya.

Kejadian tersebut mengakibatkan korban tidak bisa melunasi kewajiban kepada bank Cabang Pekanbaru. Hal itu mengakibatkan kerugian pada bank pelat merah tersebut.

"Jadi dari laporan hasil audit dari BPK Perwakilan Riau disebutkan terjadi kerugian keuangan negara sebesar Rp7.233.091.582," tegas Tedy. [cob]

Baca juga:
Kasus Mafia Tanah Cipayung, Rumah Eks Pejabat Dinas Pertamanan DKI Digeledah
KPK Tahan Eks Dirjen Holtikultura Kementan Hasanuddin Ibrahim
Bupati Nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono Dituntut 12 Tahun Penjara
Korupsi Dana Bos, Mantan Kepala SMA Negeri 8 Medan Dituntut 7,5 Tahun Bui
KPK Dalami Suap Izin Alfamidi Lewat Para Kadis dan Sekretaris Walkot Ambon
Kejagung Sita Ponsel Tersangka Kasus Korupsi Impor Baja Kemendag

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Korupsi
  3. Pekanbaru
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini