Mangkir, istri Sudjiono Timan dipanggil KY lagi pekan depan

Rabu, 2 Oktober 2013 16:07 Reporter : Muhammad Sholeh
Mangkir, istri Sudjiono Timan dipanggil KY lagi pekan depan Sudrajad beri keterangan usai diperiksa KY. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Mahkamah Agung (MA) membebaskan mantan Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), Sudjiono Timan, terpidana kasus korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp 369 miliar.

Majelis Hakim yang dipimpin Suhadi mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan kuasa hukum pemohon.

Komisioner Komisi Yudisial (KY) Taufiqurrahman Sahuri mengatakan, pihaknya telah melayangkan undangan dan pemanggilan terhadap istri Sudjiono Timan, Fanni Barki. Namun, Fanni memilih tidak hadir dan mangkir dari panggilan lembaga pengawas hakim tersebut.

"Istrinya kita sudah undang, (undangannya) sudah sampai, tapi tidak ada kabar," ujar Taufiqurrohman kepada wartawan di Gedung KY, Jakarta, Rabu (2/10).

Menurut Taufiq, pemanggilan tersebut penting untuk mengetahui apakah majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mendapatkan informasi yang benar mengenai status Sudjiono yang dinyatakan sebagai buronan oleh kejaksaan agung.

"Karena mungkin informasi dari istrinya sakit atau gimana. Kita harus tahu informasi dari istrinya apakah suaminya buron atau sakit," kata dia.

Fanni tidak menanggapi pemanggilan pertama yang dilayangkan oleh KY dalam perkara permohonan PK suaminya itu. Oleh karena itu, KY akan menjadwal ulang untuk memeriksa Fanni pada Senin pekan depan.

Sekadar informasi, pada pengadilan tingkat pertama, tahun 2002, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Timan dibebaskan dari tuntutan hukum karena perbuatannya dinilai bukan tindak pidana.

Atas vonis bebas tersebut, Jaksa Penuntut Umum PN Jakarta Selatan mengajukan kasasi dan meminta majelis kasasi menjatuhkan pidana sebagaimana tuntutan terhadap terdakwa yaitu pidana delapan tahun penjara, denda Rp 30 juta subsider enam bulan kurungan, serta membayar uang pengganti Rp 1 triliun.

Majelis Kasasi Mahkamah Agung (MA) yang dipimpin oleh Ketua MA Bagir Manan saat itu memvonis Sudjiono Timan dengan hukuman 15 tahun penjara, denda Rp 50 juta, dan membayar uang pengganti sebesar Rp 369 miliar pada 3 Desember 2004.

Saat hendak dieksekusi pada Selasa 7 Desember 2004, Sudjiono melarikan diri. Istri Sudjiono kemudian mengajukan permohonan pengajuan PK pada 17 April 2012 dan dikabulkan majelis hakim pada 31 Juli 2013.

MA membebaskan mantan Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) Sudjiono Timan, terpidana korupsi Rp 369 miliar, setelah mengabulkan permohonan PK yang diajukan kuasa hukum pemohon. [mtf]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus BLBI
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini