Manajer Artis jadi Bos Besar Muncikari Penyuplai Publik Figur dalam Prostitusi Online

Senin, 4 November 2019 09:44 Reporter : Erwin Yohanes
Manajer Artis jadi Bos Besar Muncikari Penyuplai Publik Figur dalam Prostitusi Online Kapolda Jatim Luki Hermawan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi kembali memunculkan nama muncikari baru terkait dengan kasus prostitusi online yang menyeret publik figur berinisial PA. Muncikari berinisial D, disebut-sebut sebagai bos besar yang bisa mengorder seluruh talent artis di setiap kota di Indonesia.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, berdasarkan pengakuan yang diperoleh penyidik dari tersangka muncikari S (Soni Dewangga), ada muncikari lain yang disebutnya sebagai bos muncikari.

Bos muncikari berinisial D ini, disebut-sebut memiliki data base sejumlah artis yang bisa diorder di setiap kota yang ada di Indonesia.

"Penyidikan berkembang. Muncikari atas nama D ini adalah bosnya muncikari. Dia yang memegang seluruh data base. Menurut pengakuan sangat besar sekali. Dia mengorder seluruh talent artis di setiap kota," ujarnya di Mapolda Jatim, Senin (4/11).

Dikonfirmasi mengenai latar belakang muncikari D ini, Kapolda menyebut jika ia adalah seorang manajer artis. Namun, hal itu didapatnya dari pengakuan sementara salah seorang tersangka.

"Kalau kita ungkap kita tahu dia manajemen atau perorangan. Tapi sementara ini dia menjadi manajer artis katanya," tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini penyidik terus melakukan pengembangan penyidikan, terutama terkait dengan jaringan dari muncikari Soni Dewangga. Beberapa artis yang menjadi anak buah muncikari Soni ini, rencananya akan dipanggil ke Polda Jatim untuk dimintai keterangannya.

"Saya dapat laporan dari penyidik ini sudah prosedur pemanggilan beberapa talent atau beberapa wanita yang menjadi anak buah dari muncikari S. Ini akan berkembang," katanya.

Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan, penyidik melakukan pemeriksaan digital forensik pada muncikari publik figur PA, Soni Dewangga. Hasil pemeriksaan digital forensik tersebut, lalu dikembangkan oleh penyidik dan mengerucut pada beberapa nama.

"Kami waktu itu perintahkan coba dikembangkan dan sampai sejauh mana. Dan kami perintahkan lagi untuk membongkar digital forensiknya karena kita dapat laporan baru sepintas bahwa orang-orang yang dulu ada di kelompok yang pernah kami ungkap sebelumnya, ternyata orang-orang itu sudah sebagian hijrah ke kelompok ini," katanya, Rabu (30/10).

Ia menjelaskan, ada beberapa nama yang sama dengan tarif-tarifnya. Nama-nama yang dimaksud diakuinya berkaitan dengan orang-orang yang dulunya pernah dibina oleh muncikari dari artis VA.

"Iya betul. Jadi ini ada kaitannya, orang-orangnya yang dulu dibina muncikarinya VA ini beberapa orang kami lihat sepintas loh ini kan ada di muncikari yang dulu. Ini nanti akan kami lihat lagi. Itu (nama) sudah ada. Ini lebih detail ada tarifnya," katanya.

Kasus ini sendiri terungkap, setelah Polisi menggerebek sebuah kamar hotel di Kota Batu, Malang, Jawa Timur pada Jumat (25/10) malam. Dalam penggerebekan itu, polisi mendapat sepasang lelaki dan perempuan usai melakukan persetubuhan.

Si perempuan diketahui merupakan seorang publik figur berinisial PA. Sedangkan lelaki hidung belang diketahui berinisial JW. Selain kedua orang itu, polisi juga menangkap seorang pria berinisial JL yang diduga sebagai muncikari dari PA. Selain JL, polisi juga menangkap muncikari bernama Soni Dewangga.

Muncikari Soni inilah yang diyakini polisi sebagai pihak yang akan membuka tabir prostitusi online para publik figur. [ded]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini