Maklumat Meneguhkan Pancasila di Musyawarah Besar Kaum Muda

Minggu, 19 Mei 2019 21:28 Reporter : Tim Merdeka
Maklumat Meneguhkan Pancasila di Musyawarah Besar Kaum Muda Musyawarah Besar Kaum Muda. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kelompok pemuda yang menamakan diri Musyawarah Besar Kaum Muda menggelar acara dialog di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta. Menurut Khairil Fuadi, ketua gerakan ini, dialog membahas tantangan terhadap Pancasila dari ideologi asing yang berbahaya.

Hadir sebagai pembicara utama dalam dialog ini adalah mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono serta sejumlah habib. Puluhan pemuda dari berbagai kalangan dan profesi juga memenuhi Gedung Joang 45 pada Minggu petang tadi.

"Terima kasih kepada Bapak Hendropriyono yang ikut dalam acara kami ini. Kami kaum muda Indonesia dengan ini mengukuhkan kembali Pancasila sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia," ujar Khairil dalam sambutannya, Minggu (19/5).

Dalam acara tersebut, Hendropriyono merasa bangga masih banyak pemuda yang sadar akan pentingnya ideologi Pancasila di tengah terpaan ideologi asing yang berbahaya.

"Di tengah hiruk pikuknya kita, diterpa ideologi asing yang berbahaya, saya bersyukur karena kaum muda Indonesia dari Sabang sampai Merauke terwakili pada ini hari. Mari kita kukuhkan lagi filsafat negara bangsa Indonesia Pancasila," ujar dia.

Hendro pun meminta kepada pemuda membatasi diri untuk tidak mudah menerima ideologi asing yang dia sebut berbahaya.

"Saya merasa agak malu karena sebagai generasi penerus bangsa kecolongan, dan kalian anak-anakku mengingatkan bahwa kami kecolongan. Sudah menyusup masuk ke berbagai sendi kebangsaan kita terutama di bidang pendidikan," kata dia.

Kegiatan ini ditutup dengan pembacaan Maklumat Pemuda Pemudi Indonesia oleh dosen Fakultas Filsafat UI Donny Gahral Adian.

Maklumat Pemuda Pemudi Indonesia

Bangsa Indonesia didirikan oleh beragam suku, agama, kepercayaan dan ras. Kesadaran berbangsa kita tumbuh dari kebhinekaan, bukan kesamaan.

Kebhinekaan kita disandarkan pada ideologi negara yakni Pancasila. Itu adalah harga mati bagi kelangsungan hidup kita, dalam berbangsa dan bernegara.

Sayangnya, belakangan ini ada upaya kelompok anti-Pancasila yang berniat meratakan perbedaan dan mengkhianati jati diri kebhinekaan bangsa kita.

Kelompok anti-Pancasila tersebut menganut ideologi asing yang mengusung sistem, nilai, keyakinan anti-demokrasi, anti-gotong royong dan anti-kebangsaan.

Saatnya kita, kaum muda bangsa Indonesia, menegaskan, menunjukkan dan mempertontonkan Kesaktian Pancasila dengan melawan sekuat tenaga ideologi yang membahayakan ketertiban sosial dan keselamatan bangsa dan negara.

Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2019, kami pemuda-pemudi Indonesia, terpanggil untuk menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bangkit dan berjuang bersama dalam barisan Kebangkitan Nasional.

Oleh karenanya, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami kaum muda bangsa Indonesia dengan ini:

1. Kaum muda Indonesia bertekad meneguhkan kembali Pancasila sebagai dasar filsafat negara bangsa Indonesia.

2. Melawan segala bentuk upaya pengkhianatan terhadap Pancasila, dan membendung semua upaya memasukkan dan menyebarluaskan ideologi-ideologi transnasional yang anti-Pancasila.

3. Menyerukan kembali deklarasi Kebangkitan Nasional 20 Mei tahun 1908 kepada seluruh komponen bangsa untuk bangkit dan berjuang dengan semangat nasionalisme, persatuan, dan kesatuan serta kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk menjaga keutuhan NKRI, membangun dan memajukan Indonesia tercinta.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini