MAKI Sebut Penggeledahan KPK di Rumah Ihsan Yunus Sudah Terlambat

Kamis, 25 Februari 2021 13:21 Reporter : Bachtiarudin Alam
MAKI Sebut Penggeledahan KPK di Rumah Ihsan Yunus Sudah Terlambat Boyamin Saiman. ©2016 merdeka.com/rizky erzi andwika

Merdeka.com - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengkritik Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai terlambat dalam penggeledahan di kediaman politisi PDIP Ihsan Yunus di Jalan Kayu Putih Selatan 1, Nomor 16, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu (24/2).

Atas hal tersebut, Koordinator MAKI, Boyamin Saiman menilai, wajar apabila penyidik tidak menemukan satu dokumen maupun barang bukti yang berkaitan dengan kasus korupsi pengadaan bantuan sosial (Bansos) yang menyeret mantan Menteri Sosial Juliari P. Batubara.

"Lah geledahnya sudah sebulan dari kejadian emang dapat apa? Agak sulit untuk dapat barang bukti. Diduga sudah dibersihin sebelumnya sudah sangat terlambat," katanya kepada wartawan, Kamis (25/2).

Padahal, Boyamin menilai kalau sudah 20 izin sudah diterbitkan Dewan Pengawas (Dewas) KPK untuk para penyidik melakukan penggeledahan sejak penangkapan operasi tangkap tangan (OTT) beberapa waktu lalu.

"Namun tidak segera dilakukan penggeledahan jadi mestinya langsung dilakukan sehingga barang bukti masih utuh dan tidak dihilangkan. Kalau baru sekarang atau nanti, maka diperkirakan dan diduga barang bukti sudah hilang," tuturnya.

Menurutnya, proses penggeledahan harus dilakukan secepat mungkin setelah perkara dimulai agar menimbulkan efek kejut bagi lokasi yang.

"Ibarat perang, penggeledahan itu harus ada unsur kejut dan mendadak. Jika perlu malam hari atau menjelang pagi," ujarnya.

Walaupun penggeledahan sudah mulai dilakukan kembali, namun Boyamin menyampaikan pihak masih melanjutkan sidang praperadilan yang telah berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Terkait dugaan ditelantarkannya surat izin penggeledahan dalam penanganan perkara korupsi Bansos Kemensos oleh penyidik KPK.

"Untuk itu gugatan Praper yang sudah aku daftarkan minggu kemarin masih tetap lanjut. Karena masih ada yang kurang yaitu terkait 20 izin penggeledahan belum semuanya dilakukan," tuturnya.

Baca Selanjutnya: KPK Geledah Rumah Politikus PDIP...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini