Mahfud: Siapapun Pemerintahnya Selalu Dituding Melanggar Pancasila

Jumat, 22 Oktober 2021 12:47 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Mahfud: Siapapun Pemerintahnya Selalu Dituding Melanggar Pancasila Mahfud MD Mengikuti Upacara HUT RI Secara Virtual. ©2021 Foto: Humas Kemenko Polhukam

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pemerintah di Indonesia selalu dituding tidak mampu menjalankan pancasila. Hal tersebut kata dia terjadi di pemerintahan mulai era Presiden ke-1 Soekarno hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Implementasi pancasila ini masalahnya, selalu dihadapkan pada masalah dengan tudingan, siapapun pemerintahnya selalu melanggar atau tidak mampu melaksanakan Pancasila itu, ini selalu terjadi pemerintah manapun Dituding pemerintah endak mampu," kata Ma'ruf pada acara Silaturahim Menko Polhukam dengan Senat Akedemik dan Dewan Profesor Undip dan Forkopimda Jawa Tengah yang ditayangkan YouTube Undip TV Official, Jumat (22/10).

Dia menjelaskan pada era Presiden ke-1 Soekarno dijatuhkan karena banyak melanggar Pancasila, memberi angin kepada komunis, melanggar UUD. Tidak hanya itu pada masa tersebut Soekarno jatuh lantaran didemo habis-habisan.

Walaupun begitu, kata Mahfud, Bung Karno merupakan pengagas Pancasila tetapi jatuh karena Pancasila. Kemudian Presiden ke-3 BJ Habibie jatuh lantaran dituding tidak bisa melaksanakan Pancasila. Padahal kata Mahfud, Habibie punya komitmen untuk membangun demorkasi di Indonesia.

"Tapi ia juga jatuh melalui penolakan atas pertanggungjawabannya, dikatakan dia endak taat pada pancasila karena membiarkan Timor-Timur lepas. Antipersatuan Indonesia. Seharusnya dipertahankan dengan cara apapun, ini kata yang nuding, selalu pemerintah disalahkan," ungkapnya.

Selanjutnya Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur jatuh lantaran dituduh ingin menghidupkan kembali komunis dengan TAP MPRS nomor Nomor XXV Tahun 1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme. Gusdur kemudian didemo besar-besaran dan akhirnya jatuh. Lalu Presiden Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, walaupun tidak jatuh tetapi dituduh tidak bisa melaksanakan Pancasila dan ditudingan yaitu menjual aset-aset negara ke luar negeri.

Kemudian Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang didemo walaupun lantaran tidak bisa menjalankan amanat Pancasila. Begitu juga pada era Jokowi saat ini juga dituding seperti itu tetapi Mahfud menegaskan pemerintahan saat ini sudah bekerja dan berusaha sebaik-baiknya.

"Oleh sebab itu, apa masalahnya? Kok setiap pemerintah enggak ada benarnya, tapi kalau melihat itu semua yaudah kan setiap pemerintah dicari salahnya. Artinya kita bekerja, berusaha dengan sebaik-baiknya dan yang menjadi bentengnya Pancasila itu adalah perguruan tinggi. Maka saya katakan penguatan ideologi negara," ungkapnya. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini