Mahfud Ogah Tanggapi Pernyataan Dirut Soal Tak Ada Korupsi di Asabri

Kamis, 16 Januari 2020 14:32 Reporter : Merdeka
Mahfud Ogah Tanggapi Pernyataan Dirut Soal Tak Ada Korupsi di Asabri Mahfud MD. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Direktur Utama PT Asabri (Persero) Letjen Purn TNI Sonny Widjaja memberikan klarifikasi mengenai isu korupsi dana pensiun tentara dan Polri di perusahaan yang dirinya pimpin.

Dalam sebuah konferensi pers di kantornya, Sonny menegaskan bahwa uang prajurit aman, tidak hilang dan tidak dikorupsi. Terkait hal ini, Menko Polhukam Mahfud MD tak mau banyak bicara. Dia menyebut untuk melihat perkembangannya nanti.

"Saya enggak nanggapi. Sudah ada yang nangani, katanya sudah diperiksa siapa namanya. Ya sudahlah itu nanti kita lihat perkembangannya," kata Mahfud usai bertemu dengan Pansel Kompolnas di kantornya, Jakarta, Kamis (16/1).

Dia meminta untuk urusan tersebut jangan ada yang meributkan. "Ya kita lihat perkembangan saja. Enggak usah diributkan," ungkap Mahfud.

Menurut dia, masalah Asabri ini sudah menjadi isu yang penting. Dan semuanya harap menunggu.

"Pokoknya itu sudah muncul sebagai isu sangat penting nanti lihat perkembangannya saja, enggak usah diributkan," tukasnya.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai pernyataannya yang menyebut ada kerugian lebih Rp 10 Triliun, dirinya tak menjawab.

Sebelumnya, Dirut PT Asabri Letjen Purn TNI Sonny Widjaja membantah adanya dugaan korupsi. "Saya imbau agar kita dapat jadi orang-orang yang tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi dengan berita Asabri yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Sonny.

Dirinya kembali menegaskan, berita-berita tentang isu korupsi yang tersebar luas adalah berita tidak benar.

"Kepada pihak-pihak yang ingin berbicara dengan Asabri, harap menggunakan data dan fakta yang sudah terverifikasi," ungkapnya.

Saat dikonfirmasi apakah pihak yang dimaksud ialah Menko Polhukam Mahfud MD, Sonny memilih untuk bungkam.

1 dari 1 halaman

Mahfud Dengar Ada Korupsi Asabri Rp10 T

Perlu diketahui, Mahfud mengakui jika telah mendengar kabar perihal isu dugaan korupsi di tubuh PT Asabri. Diketahui portofolio saham yang dibeli BUMN itu anjlok.

"Ya saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp10 triliun," ujar Mahfud di kantornya.

Dia pun berencana memanggil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Jika isu ini benar, dia menegaskan tidak akan memberikan toleransi. Pejabat terkait pun akan dimintakan penjelasan soal masalah Asabri.

"Kita tidak boleh toleran terhadap korupsi itu. Kita akan segera panggil Bu Sri dan Pak Erick Thohir untuk menanyakan duduk masalahnya," tegas dia.

Menurut dia, kalau memang terjadi pelanggaran hukum, maka harus diselesaikan di meja hijau. Mengingat jumlah kerugian Asabri tak kalah besar dengan kasus Jiwasraya.

"Tidak boleh berkorupsi untuk orang-orang kecil, untuk prajurit, tentara yang bekerja mati-matian meninggalkan tempat lama-lama. Sesudah masa pensiun disengsarakan. Itu kan haknya prajurit," ujar Mahfud.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com [eko]

Baca juga:
Melihat Pelayanan di Gedung Asabri
Direktur Utama PT Asabri Klarifikasi Soal Dugaan Korupsi
Presiden Jokowi Perintahkan OJK Reformasi Industri Asuransi
Bos Asabri Sebut Isu Korupsi Rp 10 Triliun Hoaks
Selidiki Korupsi PT Asabri, KPK akan Berbagi Peran dengan Polri

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini