Mahfud MD: Polisi Sembunyikan Fakta Kasus Brigadir J Bisa Dipidana

Rabu, 10 Agustus 2022 16:48 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Mahfud MD: Polisi Sembunyikan Fakta Kasus Brigadir J Bisa Dipidana Mahfud MD. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan, polisi yang memberikan keterangan salah ke publik saat awal kasus penembakan Brigadir J bisa dikenakan pidana. Sebab, penjelasan yang salah menunjukkan polisi tidak profesional dan pelanggaran etik.

"Itu pelanggaran etik tadi, tidak profesional, pelanggaran etik dan diperiksa oleh Irsus. Itu tidak boleh, memberikan keterangan yang belum jelas, terjadi tembak-menembak sehingga yang satu meninggal, itu alat buktinya tidak ditunjukkan," kata Mahfud saat jumpa pers, pada Selasa (9/8) malam.

Menurutnya, bila ada kesengajaan menyembunyikan fakta dalam kasus Brigadir J maka polisi itu bisa dipidana. Kata dia, antara pelanggaran disiplin dan pidana berhimpitan.

"Sudah pasti itu tidak profesional, nanti kalau ketemu bahwa oh ini ada kesengajaan menyembunyikan fakta, itu bisa dipidana. Jadi, berhimpit antara disiplin dan pidana," jelasnya.

Meski begitu, Mahfud mengapresiasi kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang serius dalam mengungkap kasus ini. Khususnya, telah menetapkan tersangka Irjen Ferdy Sambo sebagai otak pembunuhan.

"Proficiat untuk Pak Listyo Sigit dan timsus, para jenderal bintang tiga, dua, satu, dan seterusnya ke bawah. Penetapan mantan kadiv Propam Irjen FS sebagai tersangka beserta satu orang bintara dan satu orang tamtama serta satu orang sipil dan pengusutan lebih lanjut terhadap 28 personel lainnya adalah bukti bahwa Polri senantiasa menjalankan amanah dan kepercayaan masyarakat," tutur Mahfud.

2 dari 3 halaman

Ferdy Sambo Tersangka

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo tersangka kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

"Timsus telah menetapkan saudara FS sebagai tersangka," kata Listyo di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8).

Sebelum menetapkan Ferdy Sambo tersangka, polisi menggeledah rumah pribadi jenderal polisi bintang dua itu di Jalan Saguling III, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Kedatangan penyidik ini untuk mencari barang bukti baru terkait kematian Brigadir J.

"Ya betul masih berproses. Barang bukti terkait case," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo, Selasa (9/8).

3 dari 3 halaman

Tersangka Lain

Selain Ferdy Sambo, Polri menetapkan seorang berinisial KM sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Brigadir J. Sebelum itu, Polri telah lebih dahulu menetapkan tersangka kepada Bharada E dan Brigadir RR.

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menjelaskan, Irjen Ferdy Sambo berperan menyuruh Bharada E menembak Brigadir J.

"FS menyuruh melakukan dan menskenariokan seolah-olah terjadi tembak menembak di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga," kata Agus dalam konferensi pers di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8).

Sementara Bharada E berperan mengeksekusi Brigadir J sesuai perintah Irjen Ferdy Sambo. Sedangkan Brigadir RR turut membantu dan menyaksikan penembakan Brigadir J.

"KM membantu dan menyaksikan penembakan korban," kata Agus. [tin]

Baca juga:
Irjen Ferdy Sambo Tersangka Pembunuhan Brigadir J Tidak Patuh Lapor LHKPN
Bripka RR dan KM Hadir saat Bharada E Diarahkan Ferdy Sambo Habisi Brigadir J
Jumat, Istri Ferdy Sambo Diperiksa Komnas HAM Terkait Penembakan Brigadir J
LPSK Minta Bareskrim Jamin Keselamatan Bharada E: Potensi Ancaman Sangat Tinggi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini