Mahfud MD Perintahkan Aparat Jamin Keamanan Warga Sigi dari Teror Kelompok MIT

Senin, 30 November 2020 13:31 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Mahfud MD Perintahkan Aparat Jamin Keamanan Warga Sigi dari Teror Kelompok MIT Mahfud MD. ©Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra

Merdeka.com - Menko Polhukam Mahfud Md menuturkan pelaku yang membunuh satu keluarga di Desa Lemba Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah adalah Kelompok Ali Kalora. Dia juga menjelaskan Satgas Tinombala sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku agar dilakukan proses hukum yang tegas terhadap pelaku.

"Pemerintah menyesalkan dan mengutuk keras tindakan teror kekerasan dan kekejian yang dilakukan MIT dalam hal ini kelompok Ali Karola. MIT dalam hal ini kelmpok Ali Karola," kata Mahfud usai menggelar rapat di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (30/11).

Dia juga menegaskan kejadian tersebut bukanlah gerakan dari keagamaan, melainkan tindakan kejahatan.

"Itu bukan gerakan keagamaan tapi gerakan kejahatan terhadap sebuah keluarga di Sigi yang sebabkan korban jiwa dan luka-luka," ungkap Mahfud.

Pemerintah sudah memerintahkan aparat keamanan untuk perketat penjagaan dan pengamanan dari ancaman teroris. Hal tersebut agar kejadian pembunuhan satu keluarga di Desa Lemba Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah tidak terulang kembali.

"Pemerintah juga perintahkan aparat keamanan untuk perkekat penjagaan dan pengamanan terhadap warga dari ancaman terorisme dari pihak yang mengancam ketertiban dan keamanan di wilayah itu," kata Mahfud.

Mahfud menegaskan pemerintah menjamin seluruh warga Indonesia termasuk Sigi terhindar dari teror dan kekerasan. Kemudian dia juga mengimbau kepada seluruh warga Sigi agar tidak terpancing dengan pihak tertentu.

"Peristiwa ini bukan peristiwa suku atau agama peristiwa ini dilakukan kelompok kejahatan MIT yang dipimpin Ali Kalora tidak bisa disebut wakili agama tertentu," ungkap Mahfud.

Dia menjelaskan aksi kelompok MIT itu untuk melakukan teror sehingga menciptakan kondisi yang tidak kondusif agar bangsa terpecah.

"Kepada tokoh agama pemerintah beharap agar menyebarluaskan pesan damai ke masyarakat karena sejatinya agama apapun hadir di dunia untuk bangun perdamaian dan persudaraan," kata Mahfud.

Mahfud menambahkan, pemerintah sudah bertemu keluarga korban dan memberikan langkah-langkah pemulihan. "Pemerintah sampaikan duka yang mendalam dan pemerintah telah bertemu dengan keluarga korban dan juga pemerintah sudah lakukan langkah-langkah pemulihan atau trauma healing," ungkap Mahfud.

Baca Selanjutnya: Kekerasan terjadi di Desa Lemba...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini