Mahfud MD: Negara Tanggung Biaya Perawatan Korban Kanjuruhan, Termasuk Trauma Healing

Senin, 3 Oktober 2022 12:54 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Mahfud MD: Negara Tanggung Biaya Perawatan Korban Kanjuruhan, Termasuk Trauma Healing Mahfud MD Tegaskan Negara Tanggung Seluruh Biaya Perawatan Korban Kanjuruhan

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyebut, korban tragedi stadion Kanjuruhan tidak perlu mengkhawatirkan biaya medis di rumah sakit. Mahfud sudah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini.

"Menkes diminta memberikan pelayanan kesehatan dengan tidak dulu mempersoalkan biaya," kata Mahfud saat jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (3/10).

Mahfud menjelaskan, negara akan mengurus biaya perawatan para korban Kanjuruhan. Proses pemulihan, obat dan rumah sakit manapun akan diurus.

"Biar negara urus seluruh perawatan bagi yang sakit dan masih dirawat. Perlu rumah sakit ini itu, perlu obat, termasuk trauma healing," jelasnya.

Lebih lanjut, pemerintah meminta Menteri Pemuda dan Olahraga untuk secepatnya berkoordinasi dengan PSSI, Arema FC dan panitia pelaksana untuk mengevaluasi total kejadian di Kanjuruhan.

"Menpora supaya secepatnya mengundang PSSI, Klub dan Panpel untuk memastikan tegaknya aturan baik yang dibuat FIFA maupun diatur dalam peraturan perundangan sebagai upaya evaluasi total," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta

Pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengungkap peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Tim tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD.

"Untuk mengungkap kasus atau peristiwa Kanjuruhan yang terjadi tanggal 1 Oktober 2022, maka pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta atau TGIPF yang akan dipimpin langsung Menko Polhukam," kata Mahfud.

Mahfud mengatakan, anggota TGIPF akan ditetapkan 24 jam ke depan. Tim itu terdiri dari perwakilan kementerian terkait, organisasi sepak bola, akademisi, hingga media.

"Yang keanggotaannya akan ditetapkan paling lama 24 jam ke depan yang nantinya terdiri dari pejabat atau perwakilan kementerian terkait atau organisasi profesi olahraga sepak bola, pengamat, akademisi, dan media massa," ucapnya.

Mahfud menyebut, pemerintah berupaya mengungkap secepatnya insiden yang menewaskan 125 orang di stadion Kanjuruhan itu. Targetnya, hasil investigasi selesai beberapa pekan ke depan.

"Nanti akan diumumkan secepatnya itu yang tugasnya kira-kira akan diselesaikan, diupayakan selesai dalam dua atau tiga minggu ke depan," kata Mahfud.

Baca juga:
Ditanya soal Sanksi Akibat Kericuhan Kanjuruhan, Jawaban Manajer Arema FC Luar Biasa
Panglima TNI Bakal Pidanakan Prajurit Serang Suporter saat Tragedi Kanjuruhan
Mahfud Minta Polri Segera Umumkan Pelaku Pidana Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan
Momen Real Madrid Mengheningkan Cipta untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
Mahfud MD Minta Panglima TNI Tindak Anggota Berlebihan dalam Tragedi Kanjuruhan
Cerita Aremania Lolos dari Tragedi Kanjuruhan, Tiga Menit Sebelum Kerusuhan
Pemerintah Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Ungkap Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini