Mahfud MD Kenang Nasihat Gus Dur yang Selalu Pakai Cara Jenaka

Rabu, 8 September 2021 09:32 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Mahfud MD Kenang Nasihat Gus Dur yang Selalu Pakai Cara Jenaka Menkopolhukam Mahfud MD. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengenang saat menjadi menteri pertahanan era Presiden keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Khususnya saat mendapatkan nasihat dari Gus Dur.

Hal tersebut disampaikan Mahfud saat menghadiri Hari Humor Nasional yang digelar Institut Humor Indonesia Kini (IHIK3) dan Perhimpunan Pencinta Humor (PERTAMOR), Selasa (7/9) kemarin.

"Gus Dur itu kadangkala memberi nasihat dan mengekpresikan sesuatu dengan humor dan orang tidak marah," kenang Mahfud MD dikutip dalam keterangan pers, Rabu(8/9).

Dia sering meminta nasihat Gus Dur saat bimbang dalam mengambil keputusan. Lalu Gus Dur selalu menasihatinya dengan humor dan cara-cara yang jenaka.

Acara proklamasi hari humor nasional yang digagas Jaya Suprana ini, bertepatan dengan hari lahir Gus Dur. Yasser Fikry sebagai pemandu acara mempersilakan putri sulung Gusdur, Inayah Wahid membacakan teks proklamasi hari humor nasional atau proklamasi ketawa dengan kalimat yang unik dan jenaka.

"Proklamasi Ketawa disingkat Proketawa, kami bangsa Indonesia yang katanya ramah, yang katanya bersatu, yang katanya beradab, yang katanya sangat toleran, menyatakan bahwa hahahaha adalah Hak Asasi Manusia selama hahahaha itu berlandaskan humor, karena hahahaha yang tidak berlandaskan humor adalah upaya penyelewengan terhadap hahahaha, sedangkan hahahaha tanpa sebab adalah kegilaan," demikian petikan teks naskah Proketawa yang dibacakan Inayah Wahid.

Inayah Wahid yang mewarisi kejenakaan Gus Dur ini mampu memecah tawa para undangan yang hadir secara virtual.

"Barang siapa mencintai Gus Dur niscaya hidupnya jenaka dan barang siapa yang tidak mencintai Gus Dur maka tidak kenapa-kenapa. Bersamaan dengan ini saya menyatakan 7 September 2021 sebagai hari humor Indonesia," katanya.

"Demikian jika ada satu bahasa yang dipahami semesta, bahasa itu pasti bahasa tawa. Semoga bisa kita hahahahakan bersama," lanjut Inayah membacakan teks Proketawa.

Sementara itu, Kiai Mustofa Bisri atau Gusmus yang juga hadir dalam kesempatan ini menjelaskan, akhir-akhir ini di Indonesia berbagai ujaran kebencian banyak bertebaran di media sosial dan hal tersebut berpotensi membuat imunitas masyarakat Indonesia menurun secara drastis.

"Hari humor ini mari kita mulai mencoba menolong saudara-saudara kita, meningkatkan imunitas mereka. Menurut saya humor ini bisa meningkatkan imunitas kita. Begitu kita tersenyum secara agama kita dapat pahala, secara sosial kita bisa menyenangkan orang lain dan secara pribadi dapat meningkatkan imunitas kita," jelas Gusmus sembari menceritakan sosok Gus Dur yang tidak hanya dikenal sebagai intelektual, Kiai dan presiden tapi juga dikenal sebagai orang yang humoris.

Di akhir acara panitia penyelenggara menganugerahkan penghargaan kepada beberapa seniman dalam berbagai kategori dari Anugerah Sibarani, Arwah dan Suprana. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini