Mahasiswa UIN Jakarta Demo Minta KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan Rektor Baru

Rabu, 20 Maret 2019 16:37 Reporter : Kirom
Mahasiswa UIN Jakarta Demo Minta KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan Rektor Baru Demo Mahasiswa UIN soal dugaan jual beli jabatan rektor. ©2019 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta mendemo Rektor baru UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Prof Amani Lubis, atas dugaan keterlibatan jual-beli jabatan yang melibatkan Kementerian Agama.

Wakil Presiden Dewan Mahasiswa (Dema) UIN Syarif Hidayatullah Adi Raharjo mengatakan dugaan keterlibatan sang rektor dalam kasus suap diketahui dari Mahmud MD di acara Indonesia Lawyers Club di TV One, Selasa (19/3/2019) malam. Amani diduga terlibat jual-beli jabatan rektor di sejumlah perguruan tinggi keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

"Atas siaran Profesor Mahfud MD semalam di acara ILC, kami mendorong KPK datang ke UIN ini untuk membuktikan apakah ada indikasi korupsi di Kemenag juga menyeret UIN," kata Adi di depan Rektorat UIN, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Rabu (20/3).

Di acara ILC, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi mengatakan dirinya yang membela salah satu kandidat rektor di UIN Makassar Prof Faisal Andi Bakti, yang terpilih menjadi rektor justru tak dilantik.

Mahfud MD kemudian, membantu Prof Faisal Andi melakukan gugatan ke pengadilan hingga akhirnya menang. Namun Prof Faisal Andi juga tak dilantik di UIN Makassar.

Setahun berikutnya, masih di acara ILC, Prof Faisal Andi kembali memenangkan suara pemilihan di Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, namun yang dilantik justru orang lain yaitu Amani Lubis.

"Seperti yang disampaikan Prof Mahfud, bahwa yang menang Prof Faisal Andi, tapi yang dilantik Prof Amani, memang ini sudah menjadi kebijakan Menteri. Maka kami minta KPK datang dan menggeledah UIN Ciputat," tegasnya.

Tak hanya itu, para mahasiswa dari berbagai elemen organisasi kemahasiswaan di UIN Ciputat, juga meminta pencopotan jabatan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin dari Kemenag.

"Kita akan aksi pencopotan Menteri dari Kemenag. Dan menuntut semua pejabat terlibat dalam jual beli jabatan, untuk seluruh jabatan di copot. Kita enggak suuzon, yang jelas ini perlu diproses," lanjutnya.

Selain jual-beli jabatan rektor, Adi dan ratusan pendemo lainnya juga menuntut rektor yang baru dilantik (7/1) itu untuk bersikap adil dan patuh terhadap aturan mengenai pemilihan umum Raya yang terjadi Selasa (19/3/2019) kemarin.

"Kita ingin menuntut keadilan, pada proses pemilu raya karena menggunakan e-voting. Itu terbukti mulai dari penjebolan, hack dan sebagainya itu menjadi tidak transparan," ucap dia.

Untuk itu, pihaknya mendorong untuk melakukan pemilu raya ulang karena menganggap kemenangan Amani tidak sah. "Kita mendorong rektor menggagalkan e-voting dan mengulang pemilihan dengan persetujuan ulang," tandasnya. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini