Mahasiswa UGM pilih cari makan di sela demo penutupan kantin

Senin, 2 Mei 2016 14:30 Reporter : Kresna
Mahasiswa UGM pilih cari makan di sela demo penutupan kantin Rektor UGM Dwikorita Karnawati. ©2016 merdeka.com/kresna

Merdeka.com - Ribuan mahasiswa Universitas Gadjah Mada melakukan aksi bertajuk "Pesta Rakyat Gadjah Mada" di depan Balairung UGM, Senin (2/5) siang. Salah satu tuntutan mereka dalam demonstrasi itu supaya rektorat tidak menutup kantin Bonbin di Fakultas Ilmu Budaya.

Meski begitu, di sela-sela unjuk rasa, ribuan mahasiswa UGM mendadak membubarkan diri. Beberapa dari mereka nampak berjalan ke tempat teduh, sisanya menuju ke Jalan Kaliurang mencari makan.

Salah satunya Sinta, mahasiswa UGM yang enggan menyebutkan asal fakultasnya. Dia dan teman-temannya mengaku lapar dan haus sehingga keluar sebentar mencari makan.

"Mau cari makan dulu, nanti balik lagi setelah makan," kata Sinta.

Dari pantauan merdeka.com, halaman Balairung semula dipadati ribuan mahasiswa menjadi sepi. Melalui pengeras suara, orator aksi mempersilakan mahasiswa makan dan minum terlebih dulu. Mereka juga sudah menyediakan roti dan air minum bagi mahasiswa yang lapar.

"Bagi yang lemas, lapar dan haus bisa makan dulu. Kami menyediakan roti dan air minum untuk teman-teman semua," kata seorang orator.

Sampai saat ini, belum ada kesepakatan antara mahasiswa dan rektorat terkait tuntutan mereka. Rektor UGM pun sampai saat ini belum menemui langsung massa aksi.

Menanggapi isu itu Rektor UGM, Dwikorita Karnawati mengatakan, alasan penutupan kantin karena tidak pantas dan kesehatan.

"Kalian tahu bonbin itu apa? Kebun binatang. Apa logis mahasiswa digabung dengan kebun binatang?" kata Dwikorita.

Dwikorita juga menyebutkan kantin Bonbin gelap dan kurang sehat. Menurut dia, ada riset dari mahasiswa tentang keberadaan bakteri salmonella di kantin itu, yang tidak baik buat kesehatan. Bakteri itu dapat menyebabkan tifoid, paratifod, dan penyakit foodborne.Akibatnya, menurut dia, banyak lulusan UGM gagal dalam tes masuk kerja karena memiliki kolesterol tinggi dan hepatitis.

"Kami mendapat masukan dari kantor-kantor yang menerima lulusan, banyak yang gagal tes karena kolesterol tinggi dan hepatitis, karena kantin-kantin yang tidak sehat," ucap Dwikorita.

Karena itu, lanjut Dwikorita, rektorat memutuskan menutup kantin Bonbin dan berupaya menggantinya sehingga kualitas hidup mahasiswa menjadi lebih baik.

"Kami ingin memperbaiki kualitas hidup mahasiswa. Maka harus diperbaiki," tambah Dwikorita.

[ary]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini