Mahasiswa Surabaya Desak Polisi Tuntaskan Kasus Penembakan Demonstran di Kendari

Senin, 30 September 2019 16:20 Reporter : Erwin Yohanes
Mahasiswa Surabaya Desak Polisi Tuntaskan Kasus Penembakan Demonstran di Kendari Demo mahasiswa di Surabaya. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Jatim. Mereka mendesak polisi menuntaskan kasus penembakan mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ketua DPD IMM Jawa Timur Andreas Susanto mengatakan, pihaknya mendesak agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera menuntaskan kasus yang menyebabkan tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Randi (21) dan Muh Yusuf Kardawi (19) saat unjuk rasa di gedung DPRD Sulawesi Tenggara.

"Kami minta agar Kapolri segera mengusut kematian Randi dan Yusuf saat melakukan aksi demo beberapa waktu lalu," kata Andreas, Senin (30/9).

Andreas mengakui, jika IMM kabarnya dilibatkan dalam proses investigasi kasus penembakan dua mahasiswa tersebut. Namun sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi.

"IMM dilibatkan dalam pengusutan kasus penembakan, saat ini masih proses investigasi ada gabungan dari IMM dan AMM, juga keluarga. Sampai hari ini belum ada informasi bagaimana kelanjutannya," ujarnya.

Pihaknya pun minta pada polisi tidak segan-segan memberikan sanksi pada anggotanya jika ada yang terbukti melakukan penembakan. Selain tuntutan penyelesaian kasus itu, massa juga mengusung isu penolakan rancangan undang-undang yang dianggap bermasalah.

Massa juga mendesak Presiden Joko Widodo Presiden untuk aktif memberikan respons terhadap setiap tindakan represif aparat kepolisian kepada aksi aktivis.

Selain menggelar aksi, ratusan massa bersama polisi juga menggelar salat gaib dan mengenang Randi serta Muh Yusuf Kardawi. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini