Mahasiswa Ditangkap Densus 88 di Malang Diduga Terafiliasi ISIS

Selasa, 24 Mei 2022 17:18 Reporter : Nur Habibie
Mahasiswa Ditangkap Densus 88 di Malang Diduga Terafiliasi ISIS Densus 88. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror Polri telah menangkap terduga teroris berinisial IA (22) pada Senin (23/5) sekitar pukul 12.00 WIB. Diketahui, pria yang ditangkap itu merupakan seorang mahasiswa di salah satu perguruan di Kota Malang, Jawa Timur.

Karopenmas Div Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, IA yang masih berstatus sebagai mahasiswa itu diduga tergabung dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulat (JAD).

"Sementara didalami, namun komunikasi intens terhadap MR dimana MR adalah salah satu anggota kelompok JAD. Sedangkan ia didalami apakah teroris mana. Yang jelas dukungan ke ISIS, pengumpulan dana untuk organisasi ISIS di Indonesia," katanya kepada wartawan, Selasa (24/5).

Dia menjelaskan, untuk keterlibatan IA yakni mengumpulkan dana untuk membantu Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang berada di Indonesia. Tak hanya itu, IA juga mengelola media sosial dalam rangka penyebaran materi-materi ISIS terkait tindak pidana terorisme.

"Ketiga, yang bersangkutan berkomunikasi secara intens dengan tersangka dari kelompok JAD atas nama MR yang sudah ditangkap, dalam rangka merencanakan amaliah terhadap fasilitas umum dan kantor-kantor polisi," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Kini, penyidik dari Densus 88 masih memproses dan mendalami lebih lanjut terkait keterlibatan terduga teroris tersebut dan mengembangkan terhadap tersangka lainnya.

Lalu, terkait komunikasi yang dilakukan antara IA dengan MR atau terduga teroris yang sudah ditangkap lebih dulu ini dilakukan sebelum MR ditangkap oleh Densus.

"(Komunikasi) Sebelum saudara MR ditangkap, saudara MR ditangkap di tahun ini juga. Penangkapan itu tentunya kita kan tidak menerima keterangan langsung melakukan penindakan. Penyidik Densus sangat berhati-hati dalam melakukan tindakan, mengumpulkan bukti yang cukup untuk melakukan upaya-upaya paksa termasuk upaya penangkapan," ungkapnya.

Terkait dengan barang bukti yang disita, Ramadhan belum bisa membeberkannya. Akan tetapi, penangkapan itu disebutnya dengan berdasarkan bukti yang ada.

"(Barang bukti disita) Untuk menangkap tersangka tentu penyidik harus memiliki alat bukti. Tapi dalam keterangan ini, masih didalami oleh penyidik. Alat bukti yang dimiliki Densus tentu sudah cukup. Karena menentukan sebagai tersangka, kita harus mendasari minimal dua alat bukti," tutupnya. [fik]

Baca juga:
Kesaksian Ketua RW saat Ikut Geledah Indekos Mahasiswa Malang Terlibat ISIS
Kapolda Sulteng: Teroris DPO MIT Poso Tersisa Satu Orang
Ini Peran 24 Terduga Teroris Kelompok MIT Poso dan Pendukung ISIS
Tangkap 24 Terduga Teroris MIT, Densus 88 Sita 10 Senjata Api, Amunisi & Panah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini