Mahasiswa demo desak Polda Aceh tangkap pelaku penembakan di Singkil

Selasa, 15 Desember 2015 13:48 Reporter : Afif
Mahasiswa demo desak Polda Aceh tangkap pelaku penembakan di Singkil Mahasiswa minta Kapolda tangkap penembak di Singkil. ©2015 merdeka.com/afif

Merdeka.com - Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Singkil yang tergabung dalam Forum Aktivis Mahasiswa As-Singkily (Family) demonstrasi di Mapolda Aceh, Selasa (15/12). Demo yang digelar pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB, dikawal ketat polisi.

Massa mendesak Kapolda Aceh Irjend Pol Husen Hamidi tidak tebang pilih dalam penegakan hukum kasus kerusuhan di Singkil pada tanggal 13 Oktober 2015 lalu, yang berujung terjadi pembakaran rumah ibadah.

Selain berorasi, peserta aksi juga membawa sejumlah poster dan spanduk. Mereka tertahan di depan pintu pagar utama Mapolda Aceh sambil berorasi. Mahasiswa asal Singkil ini meminta Kapolda Aceh untuk menjumpai mereka guna menyampaikan aspirasinya.

Karena lama tak juga mendapatkan kepastian, sambil berorasi dan loncat-loncat, peserta aksi sempat menyanyikan lagu ganyang Kapolda bila tidak adil dalam menegakkan hukum.

Koordinator aksi, Mawardi mengatakan, pihaknya meminta kepada Kapolda Aceh untuk tidak melimpahkan perkara kasus kerushaan di Singkil ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Singkil sebelum semua pelaku ditangkap. Karena saat ini baru empat orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka dan telah dinyatakan P21.

"Penegakan hukum masih sangat tidak adil di Singkil. Masih terdapat pelaku penembakan lainnya yang belum ditangkap, dan bahkan tidak ada status apapun kepada pelaku tersebut. Kamu satu semua persoalan itu," kata Mawardi usai menggelar aksi.

Katanya, saat ini pelaku penembakan masih berkeliaran di Singkil. Atas dasar itu, pihaknya meminta kepada Kapolda selama 2x24 jam untuk menangkap pelaku tersebut.

"Kalau tidak ditangkap juga, kami akan kerahkan masa yang lebih banyak untuk menuntut keadilan," tukasnya.

Menurutnya, pihak kepolisian sekarang hanya menangkap pelaku sepihak. Sedangkan pihak lainnya belum tersentuh hukum. Oleh sebab itu, bila ini terus dibiarkan akan menjadi preseden buruk penegakan hukum di Aceh.

"Kami menduga penembakan ini terjadi terorganisir. Ada otak pelaku belakang layar yang belum tersentuh huku. Itu yang kami harapkan Kapolda bisa menuntaskannya," imbuhnya.

Karena Kapolda tidak sedang berada di tempat, maka mahasiswa asal Singkil ini pun membubarkan diri. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini