Mahasiswa dan Ormas di Bali Terlibat Bentrok, Sejumlah Orang Terluka

Rabu, 1 Desember 2021 12:30 Reporter : Moh. Kadafi
Mahasiswa dan Ormas di Bali Terlibat Bentrok, Sejumlah Orang Terluka Bentrok mahasiswa dan ormas di Bali. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Bali dan Front Rakyat Indonesia untuk west Papua yang akan melakukan demonstrasi terlibat bentrok dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) Patriot Garuda Nusantara (PGN), Denpasar, Bali, Rabu (1/12) pagi.

Massa rencananya akan menggelar demo dalam rangka 60 tahun deklarasi kemerdekaan Papua Barat. Lalu dalam perjalanan menuju titik aksi di Konjen Amerika Serikat, terjadi bentrokan dan saling lempar batu dengan ormas, tepatnya di Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar, sekitar pukul 09.00 WITA.

Yesaya selaku Koordinator Aksi AMP Bali menyebutkan bahwa sebenarnya aksi itu damai tetapi saat mau menuju titik aksi diadang ormas.

"Kami dari titik kumpul mau menuju ke titik aksi, pas di pertengahan terjadi pembungkaman artinya pengadangan sebelum sampai di titik aksi. Kami bilang karena ini Ormas PGN, jadi mereka mengadang," kata Yesaya saat dihubungi.

Lantaran diadang, para mahasiswa tersebut meminta polisi untuk mengamankan sampai ke titik aksi. "Kami bilang ke polisi, untuk mengamankan karena masih dalam perjalanan ke titik aksi, kami ingin lanjutkan secara damai, tetapi masih diadang terus oleh ormas itu," imbuhnya.

Akibat insiden bentrokan itu, sekitar 11 orang terkena lemparan batu dan botol air. Ada yang terluka parah karena dipukul dengan kayu.

"Ada sih yang cukup parah teman dipukul kayu itu. Kami punya spanduk untuk orasi dirobekin, terus bendera dirobek, sama kaca (kendaraan) pikap dipecah," ujarnya.

Ia mengatakan, dari AMP ada sekitar 25 orang yang mengikuti aksi damai tersebut dan pihaknya meminta polisi untuk adil dalam menjadi penengah.

"Kalau AMP ada 25 orang. Ke depannya harapan kami, kalau soal aksi pasti kami terus aksi, menuntut untuk menyampaikan aspirasi, tapi pihak kepolisian harus adil menjadi penengah dan memberi keamanan bagi kami, yang kami rasa selama ini kan polisi memihak ke ormasnya," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Panglima PGN Komando Wilayah Bali, Gus Yadi mengatakan kedatangan pihaknya dalam peristiwa itu untuk aksi bela negara, sekaligus mencegah para mahasiswa mengucapkan kemerdekaan Papua.

"Karena tidak benar kalau dikatakan Papua merdeka. Tapi mereka menyiapkan batu, kayu dan yang orasi itu bukan orang Papua, itu justru orang Jawa dari LBH (Lembaga Bantuan Hukum). Jadi ke mana sekarang tindakan polisi, sudah melihat dengan jelas orasi itu bukan orang Papua, teriak-teriak membacakan petisi dan anarkis membawa batu, melempar batu dan memukuli kami semua pakai kayu, dan ada panah juga," ujarnya.

Dari pihak PGN, diakui Gus Yadi juga terdapat korban luka akibat bentrokan tersebut. Selain itu juga banyak kendaraan masyarakat yang lewat terkena batu.

"Banyak PGN yang luka termasuk saya, karena kami tidak bawa apa-apa, mereka yang bawa kayu dan batu. Kami benar-benar dihabisin, saya yakin skenarionya dari LBH, banyak juga tadi kendaraan masyarakat yang lewat kena lemparan batu, ini harus ditindaklanjuti, kalau tidak ditindaklanjuti, kami mau laporkan ke Polda, kalau Polda tidak bisa menangani hal ini, maka kami minta kapolri untuk mencopot Kapolda Bali," ujarnya.

Saat itu PGN melakukan aksi bela negara dengan 70 anggota. Menurutnya, sekitar 70 persen anggotanya terluka dalam bentrokan tersebut.

"Dari PGN 70 persen luka semua, karena kami tidak siap, mereka bawa kayu, batu dan panah juga. PGN 70 orang kami turun. Ke depannya, kami akan laporan ke Polda Bali dan menanyakan mengapa laporan sebelumnya tidak dilanjuti oleh Polda Bali," jelasnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Made Uder mengatakan saat demo tersebut personel yang telah disiapkan sebanyak 80 orang.

"Mereka saling lempar batu dan langsung kami bubarkan itu, langsung kami suruh bubar," ujar Uder.

Ia menerangkan, untuk pemicunya karena saling mengejek dan saling menjelekkan. Sehingga terjadi bentrokan.

"Saling ejek itu, yang Papua menjelekan Indonesia, seperti bilang Indonesia penjahat dan sebagainya. Dia (PGN) kan pembelanya sehingga merasa dijelekkan. Saya, kan orang netral tidak mau terbawa arus dengan permasalahan yang terjadi, saya tetap menjaga di tengah-tengah, saya sampai tiga kali kena batu," katanya.

Terkait peristiwa bentrokan itu, pihaknya mengaku belum ada yang diamankan dari kedua belah pihak dan masih akan dikembangkan.

"Nanti sambil pemeriksaan awal, kalau ada yang perlu dipanggil iya kita panggil. Nanti ada jalur hukumnya, memang kami coba lindungi betul jangan sampai bentrok, antisipasi kita jelas di lapangan, sebagai pelindung," ujarnya.

Baca juga:
Sudah 21 Orang, Tersangka Pengeroyokan Polisi oleh Pemuda Pancasila Bisa Bertambah
Kesbangpol Karawang akan Evaluasi Ormas Terlibat Bentrokan
Cegah Bentrok, Polisi akan Tertibkan Simbol dan Fasilitas Ormas
Bentrokan Pasar Lembang, 5 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka
Cegah Keributan, Polisi Minta Anggota Ormas Turunkan Atribut di Tangerang
[cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bentrokan
  3. Bentrokan Ormas
  4. Demo
  5. Denpasar
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini