Mabes Polri: TNI bakar Polres OKU karena sakit hati dan cemburu

Kamis, 7 Maret 2013 18:49 Reporter : Arbi Sumandoyo
Boy Rafli Amar. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, terkait penyerangan Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) oleh puluhan anggota TNI dari Batalyon Armed 15 Matapura bukan karena minimnya komunikasi mengenai kasus penembakan terhadap Pratu Heru Octavianus yang terjadi pada dua bulan lalu. Dia menjelaskan, sejauh ini komunikasi soal kasus tersebut masih berjalan.

Boy menduga, ada ketidakpuasan mengenai proses hukum Brigadir Wijaya yang saat ini masih menjalani proses pelimpahan berkas tahap 1 di Kejaksaan Negeri. "Komunikasi ada, mungkin saja kurang memuaskan, macem-macem lah, seperti cemburu, sakit hati," kata Boy di kantornya, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/3).

Boy menjelaskan, proses hukum Brigadir Wijaya saat ini memang masih berjalan. Diketahui, berkas pemeriksaan kasus penembakan itu telah di limpahkan ke Kejaksaan Negeri dan tinggal menunggu proses sidang.

"Sudah sampai berkas perkara di Palembang dan tinggal menunggu pelaksanaan sidang," ujarnya.

Boy menegaskan, meski ada pergesekan antara Polri dan TNI di OKU Sumatera Selatan, ia menjamin hubungan antara kedua institusi hukum tersebut tidak ikut merambat dan tetap bersinergi mengayomi masyarakat. Dia juga mengatakan, untuk sementara proses pelayanan masyarakat di Mapolres OKU dialihkan ke polsek-polsek karena masih membutuhkan rehabilitasi Polres selama 3 bulan.

"Inikan di tingkat lokal, inikan oknum, tidak ada hubungan antara institusi tidak ada masalah," papar Boy. [has]

Topik berita Terkait:
  1. Bentrok TNI Polri
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.