Mabes Polri Siapkan Sanksi Kode Etik Anggota Terlibat Hubungan Sesama Jenis

Jumat, 16 Oktober 2020 16:30 Reporter : Bachtiarudin Alam
Mabes Polri Siapkan Sanksi Kode Etik Anggota Terlibat Hubungan Sesama Jenis Brigjen Pol Awi Setiyono. ©2020 Merdeka.com/Antara

Merdeka.com - Mabes Polri akhirnya angkat suara terkait adanya persatuan LGBT lesbian, gay, biseksual dan transgender) di tubuh TNI dan Polri. Isu LGBT ini mencuat usai Ketua Kamar Militer Mahkamah Agung (MA) Mayor Jenderal (Purn) Burhan Dahlan buka suara di sebuah forum diskusi.

Menanggapi hal itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menyampaikan bahwa terkait kasus LGBT pihaknya masih menunggu info dari Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri bagaimana perkembangannya.

"Kita tetap menunggu dari propam Polri terkait perkembangan-perkembangan yang ada," kata Awi saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta pada Jumat (16/10).

Awi menegaskan bahwa Polri telah memiliki aturan yang melarang tegas setiap anggotanya terlibat dalam LGBT sebagaimana telah tertuang dalam Peraturan Kepala (Perkap) Kepolisian Negara Republik Indonesia No 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara RI.

Aturan melarang setiap anggota Polri terlibat dalam LGBT secara eksplisit turut teratur pada Pasal 11 huruf C, yang berbunyi setiap Anggota Polri wajib menaati dan menghormati norma kesusilaan, norma agama, nilai-nilai kearifan lokal, dan norma hukum.

"Jadi kalau terjadi hal tersebut Polri tidak ada masalah dan akan ditindak tegas, karena memang sudah ada aturan hukumnya. Bagi yang melanggar sanksi kode etik sudah menunggu," tegasnya.

Lebih lanjut, Awi menyampaikan pihaknya akan mencoba menanyakan kepada Propam Mabes Polri guna mendapatkan informasi terkait isu LGBT di tubuh Polri.

Baca Selanjutnya: Sebelumnya Burhan Dahlan menyampaikan pihak...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini