Mabes Polri minta kasus kemacetan di Brexit tak dibesarkan

Rabu, 13 Juli 2016 13:23 Reporter : Anisyah Al Faqir
Mabes Polri minta kasus kemacetan di Brexit tak dibesarkan Kemacetan di Brexit Indonesia. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Mabes Polri meminta agar kasus meninggalnya 18 pemudik saat libur lebaran 2016 tidak dibesar-besarkan. Sebab pihak kepolisian telah berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Informasi pemberitaan disampaikan itu bahwa itu adalah mudik maut, itu kan membesar-besarkan," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Brigadir Jenderal Agus Rianto di Ruang Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/7).

Menurut Agus prasarana tol Brebes Timur dibuat untuk lalu lintas yang normal, bukan untuk menghadapi arus mudik. Sehingga tak terprediksi bila pada libur lebaran lalu akan mengalami kemacetan tersebut.

Saat ini Mabes Polri telah membuat satuan tugas untuk menganalisa mengenai kasus kemacetan itu. Tim yang dibentuk akan melihat pokok permasalahan, mengapa angka kematian itu terjadi di tol Brebes Timur.

Sementara itu Mabes Polri juga menyesali adanya pemudik saat lebaran sampai meninggal lantaran terjebak di tol Brebes Timur. Agus juga menyampaikan, kemacetan di tol Brebes Timur tersebut juga menyita perhatian Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Namun dirinya enggan berkomentar lebih banyak sampai keluarnya hasil penyelidikan.

"Ini sampai jadi perhatian Kapolri (Jenderal Badrodin), itu nanti tanggapi usai penyelidikan," tutup Agus. [hrs]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini