Luka bakar mahasiswi Binus akibat air keras hingga 21 persen

Selasa, 8 Oktober 2013 17:55 Reporter : Al Amin
Riki Halim Levin. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Lynia Davega (19), mahasiswi Universitas Bina Nusantara yang disiram dengan air keras oleh mantan pacarnya, Riki Halim Levin (23) mengalami luka bakar tingkat 3, dengan persentase luka mencapai 21 persen. Menurut tim dokter yang menangani korban, luka yang dideritanya termasuk berat.

"Status kondisinya berat, wajah dan beberapa bagian lainnya. Tapi untuk hasil yang lebih optimal, kita tunggu evaluasi 2 hingga 3 minggu," kata dokter spesialis bedah plastik yang menangani korban, Dr Irawan Wahyudi, saat ditemui di RS Royal Taruma, Jakarta Barat, Selasa (8/10).

Irawan menjelaskan, akibat siraman tersebut, hasilnya pasti berdampak pada kulit korban. Bekas tersebut, lanjut dia, tergantung dari kedalaman cairan menembus kulit.

"Pemulihannya bisa sampai enam bulan," ujar dia.

Korban disiram oleh tersangka dengan air keras di indekosnya di Jl U No 7B, RT 9 RW 15, Palmerah, Jakarta Barat disiram pada Kamis (3/10) pukul 09.45 WIB. Akibat penyiraman tersebut, korban mengalami luka di sekujur tubuh dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat.

"Korban mengalami luka di bagian wajah, dada sebelah kanan, kedua tangan, paha kanan, tungkai kaki kanan," kata Kapolsek Metro Palmerah Kompol Slamet di Palmerah, Senin (7/ [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini