Luhut Sebut Pelonggaran Dimungkinkan Dilakukan di Bali, Manado Hingga Yogyakarta

Kamis, 14 Mei 2020 19:52 Reporter : Merdeka
Luhut Sebut Pelonggaran Dimungkinkan Dilakukan di Bali, Manado Hingga Yogyakarta Polisi Bali Pakai topeng sosialisasi Virus Corona. ©2020 SONNY TUMBELAKA / AFP

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, pemerintah berencana melonggarkan sejumlah daerah yang dinilai mulai mengalami tren penurunan kasus Covid-19.

Hal itu disampaikan Luhut di sela acara penyerahan bantuan fasilitas kesehatan dari Bank DBS Indonesia di Jakarta, Kamis, yang juga dihadiri Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

"Dari data-data yang kita dapat juga, kelihatan Covid-19 di beberapa tempat sudah mulai flat. Jadi saya pikir sudah bisa tercapai (penurunan) tidak terlalu lama dari sekarang ini," katanya seperti dilansir Antara.

Luhut menyebut beberapa daerah yang direncanakan untuk dilonggarkan. Kendati demikian, dia tak merinci tujuan pelonggaran dilakukan walaupun daerah-daerah yang disebutnya merupakan kawasan yang dikenal sebagai tujuan pariwisata.

"Kalau ini terjadi, kami juga sudah mulai merencanakan untuk mulai melonggarkan di beberapa tempat. Mungkin Bali, Manado, Yogyakarta, atau mungkin Batam, Bintan yang kasusnya sangat kecil," katanya.

Menurut Luhut, rencana tersebut juga tergantung pada perkembangan kasus Covid-19 dalam dua minggu ke depan.

"Tapi kalau melihat data-data tadi, hari ini juga membaik lagi dari kemarin, tentu kita sangat yakin ini (penurunan kasus) terjadi," katanya.

Keyakinan Luhut soal segera menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia juga karena kerja tim Gugus Tugas yang dinilainya semakin efektif dan baik.

"Organisasi satgas makin efektif, makin baik, kerja efektif dan di lapangan penanganan makin baik," pungkasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan hingga Kamis pukul 12.00 WIB ada penambahan 231 orang yang sembuh sehingga total 3.518 pasien dinyatakan sembuh dari 16.006 orang yang terkonfirmasi positif.

"Pasien yang meninggal sebanyak 1.043 orang. Jumlah pasien dalam pengawasan sebanyak 33.672 orang dan orang dalam pemantauan sebanyak 258.639 orang," kata Yurianto dalam jumpa pers di Graha BNPB yang dipantau di Jakarta, Kamis. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini