Luhut Sebut Insiden Penusukan Wiranto Bukti Radikalisme Masih Eksis di Indonesia

Jumat, 11 Oktober 2019 12:10 Reporter : Merdeka
Luhut Sebut Insiden Penusukan Wiranto Bukti Radikalisme Masih Eksis di Indonesia Menko Luhut Panjaitan. ©2019 Humas Kemenko Kemaritiman

Merdeka.com - Peristiwa penusukan yang dialami Menko Polhukam, Wiranto, menunjukkan terorisme atau radikalisme di Indonesia masih ada. Hal itu disampaikan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menyikapi kejadian dialami koleganya di kabinet.

"Radicalism or terorism is still exist in Indonesia. Dan memang kita harus berhati-hati," kata Luhut di Kantor Kemaritiman, Jakarta, Jumat (11/10).

Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat tahun 1997 itu menyampaikan rasa prihatinnya pada Wiranto. Kejadian semacam ini, katanya, pernah juga dialami beberapa pejabat negara di luar negeri.

"Ini bukan kasus di Indonesia saja, banyak negara mengalaminya (soal Wiranto). Yang terjadi kemarin kita merasa pedih. Saya sudah ke Pak Wiranto pagi ini dan dokter bilang harus jaga keamanan, harus berhati-hati," ujarnya.

Namun demikian, tegas Luhut, peristiwa itu tidak akan mengganggu proses pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang akan digelar pada tanggal 20 Oktober mendatang.

"Tidak akan berdampak pada inagurasi, satu event tidak akan mempengaruhi itu," kata dia.

Seperti diketahui, Menko Polhukam Wiranto ditusuk Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31) di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Saat beraksi Abu Rara didampingi istrinya Fitria Diana (21). Polisi dan BIN menyebut kedua pelaku bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.

Wiranto mengalami kejadian ini ketika hendak kembali ke Jakarta menggunakan helikopter. Dia baru saja meresmikan gedung kampus Universitas Mathla'ul Anwar Pandeglang serta memberi kuliah umum. Ketika turun dari mobil Land Crusier tiba-tiba diserang.

Wiranto sempat dibawa ke Klinik Menes Medical Center Pandeglang, lalu dirujuk ke RSUD Pandeglang. Selanjutnya, dengan menggunakan helikopter dibawa ke RSPAD untuk menjalani operasi.

Selain Wiranto, Kapolsek Menes Kompol Daryanto, ulama Pandeglang, Fuad dan ajudan Danrem juga menjadi korban. Kompol Daryanto terluka diserang Fitria menggunakan gunting.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6.com [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini