Luhut Ditanya Jarang Hadiri Agenda Politik: Ngurusin Ekonomi Lebih Bagus

Senin, 29 Juli 2019 14:06 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Luhut Ditanya Jarang Hadiri Agenda Politik: Ngurusin Ekonomi Lebih Bagus Luhut Binsar Panjaitan. ©Humas Kemenko Maritim

Merdeka.com - Pembina Relawan Bravo 5, Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan mengapa akhir-akhir ini jarang muncul dalam beberapa pertemuan perpolitikan. Dia yang juga Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengaku lebih fokus mengurusi ekonomi.

"Enggak lah. Enggak juga. Kan ngurusin ekonomi lebih bagus," kata Luhut di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (29/7).

Sebelumnya Luhut, absen dalam dua agenda pertemuan. Mulai dari pertemuan antara Presiden Terpilih Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Hanura, Prabowo Subianto di Stasiun MRT, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, hingga pertemuan antara Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Prabowo di Kediaman Mega, Menteng.

Dia pun tidak mempermasalahkan Kepala BIN Budi Gunawan yang kali ini sering muncul dalam agenda politik. Menurut Luhut kehadiran mantan ajudan Megawati diagenda politik bagus.

"Ya memang beliau lebih, kan bagus," kata Luhut.

Diketahui BG beberapa kali sempat muncul dalam pertemuan. Mulai dari pertemuan Jokowi-Prabowo, hingga Megawati-Prabowo. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan, kehadiran Budi Gunawan kepala sebagai lembaga negara yang ikut memantau jalannya Pemilu serentak 2019. Dia menilai wajar pria yang akrab disapa BG itu hadir dalam pertemuan tersebut.

"Sejak awal kan namanya seluruh badan-badan negara itu kan juga punya tanggung jawab pasca pemilu untuk membangun semua suasana kondusif agar suasana betul-betul dapat membangun sebuah rasa ketentraman tapi juga optimisme ke depan," kata Hasto di kediaman Megawati, Jakarta Pusat, Rabu (24/7).

Tidak hanya kali ini saja, Budi Gunawan muncul dalam pertemuan Prabowo. Sebelumnya dia juga hadir dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Prabowo di MRT pada Sabtu (13/7).

Hasto menjelaskan, posisi BG adalah sebagai lembaga yang mendukung proses dialog antara satu sama lain.

"Berarti itu juga dilakukan setelah KPU tetapkan secara resmi hasil perolehan suara paslon dari situlah proses dialog itu dilakukan," ungkap Hasto. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini