Luhur Cigangsa, air terjun bertingkat indah yang tersembunyi

Jumat, 16 Januari 2015 07:15 Reporter : Mardani
Luhur Cigangsa, air terjun bertingkat indah yang tersembunyi Air terjun berlapis Curug Luhur Cigangsa. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Air terjun biasanya menjadi salah satu lokasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat. Sebut saja wisata air terjun di Cibodas, Jawa Barat, yang selalu ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah.

Namun, perlu Anda ketahui, Indonesia memiliki banyak air terjun yang indah dan belum terekspos banyak orang. Salah satunya adalah air terjun atau curug Luhur Cigangsa.

Tim Ekspedisi Menyapa Indonesia dari merdeka.com dan Portrait Of Indonesia mengunjungi air terjun yang berada di Kelurahan Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, itu, Selasa (12/1).

Untuk mencapai curug Luhur Cigangsa, Anda harus ditemani oleh warga sekitar. Sebab, medan menuju curug hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Jalanannya pun tidaklah mulus. Anda akan mudah terjatuh karena jalanan masih tanah dan basah. Sebelah kiri dan kanan dipenuhi hamparan sawah.

Selain itu, jalannya pun menurun dan menanjak cukup ekstrem. Tentunya jika tak berhati-hati akan sangat bahaya karena Anda bisa tergelincir dan jatuh ke jurang.



Namun, setelah tiba di curug Luhur Cigangsa, semuanya akan terbayar lunas. Sebab, pemandangan curug Luhur Cigangsa begitu indah mempesona.

Seperti dilaporkan wartawan merdeka.com, Mardani dari lokasi, curug Luhur Cigangsa terdiri dari beberapa tingkat. Air yang jatuh dari paling atas curug akan jatuh ke tingkat pertama lalu ke tingkat kedua hingga ke dasar.

Ketinggian curug sekitar 50 meter. Namun, Anda tak bisa mendekatinya karena terlalu berbahaya. Karena curug dikelilingi jurang.

Cecep (39), warga sekitar yang juga menjadi pemandu, mengatakan, curug tersebut mulai ramai didatangi orang sekitar tahun 2009. Saat itu, jalan setapak menuju curug sudah dirapikan agar tak terlalu licin dan membahayakan.

Perbaikan dilakukan atas swadaya masyarakat sekitar curug. Tak ada peran dan bantuan dari pemerintah setempat.

Setelah ramai, warga memberikan tarif sumbangan pemeliharaan curug kepada pengunjung yang datang. Nilainya pun tak mahal. Satu orang cuma diminta bantuan Rp 3.000 saja.

"Pemkabnya cuek-cuek saja. Warga minta ke Dinas Pariwisata supaya diadakan petunjuk arah dari jalan raya ke curug saja susah. Kalau nanti misalnya sudah ramai dan orang banyak yang tahu aja baru deh masuk tuh pemkab," katanya.



Ramah dan baik adalah kelebihan warga sekitar curug. Bahkan, warga yang menjadi pemandu tak memasang tarif jika ada pengunjung yang minta diantarkan.

Berapapun yang diberi pengunjung akan diterima mereka. Namun sayang, lagi-lagi potensi wisata di negeri ini tak mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Padahal dapat membantu memajukan perekonomian warga. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini