Luapan Sungai Karang Mumus Diduga Jadi Penyebab Banjir Samarinda

Jumat, 14 Juni 2019 13:18 Reporter : Saud Rosadi
Luapan Sungai Karang Mumus Diduga Jadi Penyebab Banjir Samarinda Banjir di Samarinda. ©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Meski berangsur surut, banjir masih merendam permukiman warga Samarinda, Kalimantan Timur, hingga sepekan ini. Instansi gabungan mulai menganalisa, baik sebab maupun penanganan pascabanjir.

Luapan Sungai Karang Mumus (SKM) mulai merendam rumah warga di kawasan Bengkuring, Jumat (7/6), menyusul kawasan Gunung Lingai sehari kemudian dan permukiman lain hingga hampir 2 meter.

Luapan sungai ini disebabkan naiknya debit Bendungan Benanga usai guyuran hujan deras Minggu (9/6) dini hari. Kawasan terparah akibat banjir berada di kelurahan Bengkuring, Gunung Lingai, Sungai Pinang Dalam, Temindung Permai, dan Sidodadi dengan ketinggian air lebih 1 meter.

"Tanggal 9 Juni itu, ketinggian air cukup dan cukup parah. Bahkan merendam akses jalan menuju ke bandara (Bandara APT Pranoto) Samarinda," kata Dansatgas Posko Induk Penanganan Banjir Samarinda, Letkol Inf M Bahrodin, di hadapan Pangdam VI Mulawarman Mayjend TNI Subiyanto dan Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto, di posko induk Jalan DI Panjaitan, Samarinda, Jumat (14/6).

Dalam analisa tim gabungan, permukiman penduduk di bantaran SKM, memang terendam banjir paling parah. "Jadi hasil evaluasi, banjir disebabkan pendangkalan SKM dan penyempitan bantaran sungai yang jadi perumahan penduduk," ujar Bahrodin.

Bahrodin mengapresiasi, keterlibatan semua pihak, hingga relawan kebencanaan di Samarinda, baik di Samarinda maupun bantuan dari kota Balikpapan.

"Perlu ada perlengkapan penanggulangan banjir misal hingga kelurahan rawan banjir. Secara keseluruhan, meski dengan keterbatasan, giat tanggap darurat berjalan lancar," tutupnya.

Diketahui, banjir merendam ribuan rumah di Samarinda, Kalimantan Timur. Pemkot menetapkan masa tanggap darurat bencana banjir selama sepekan 8-14 Junu 2019 dan diperpanjang hingga 21 Juni 2019, lantaran banjir masih merendam sebagian besar permukiman. Tidak kurang 56 ribu jiwa di 13 kelurahan, jadi korban terdampak banjir. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Banjir Samarinda
  2. Banjir
  3. Samarinda
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini