LSI: Rakyat tak nyaman polarisasi pro-kontra Ahok pasca Pilgub DKI

Jumat, 19 Mei 2017 16:53 Reporter : Anisyah Al Faqir
LSI: Rakyat tak nyaman polarisasi pro-kontra Ahok pasca Pilgub DKI Jumpa pers LSI soal polarisasi pasca Pilgub DKI. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA melakukan survei evaluasi pasca Pilgub DKI Jakarta pada 5-10 Mei 2017. Dari 1.200 responden, 72,5 persen di antaranya merasa tidak nyaman dengan adanya polarisasi antara massa pro dan kontra terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Mayoritas publik Indonesia, sebanyak 75.2 persen, tak nyaman dengan keberlanjutannya polarisasi masyarakat pro dan kontra Ahok," kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di Graha LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (19/5).

Ardian mengatakan polarisasi yang terjadi saat ini dinilai sudah tak wajar. Sebab masa Pilgub DKI Jakarta telah berakhir dan hal ini dapat berpotensi untuk melonggarkan kebersamaan sebagai sebuah bangsa.

"Banyak karangan bunga untuk Ahok, yang pro menilai itu sebagai sebuah penghargaan. Tetapi yang kontra menilai itu suatu pemubaziran," kata Ardian.

Termasuk dengan gerakan lilin yang tak hanya dilakukan di Jakarta saja tapi juga di beberapa wilayah Indonesia. Bahkan gerakan lilin bakal dibalas dengan gerakan obor.

Untuk itu, masyarakat akhirnya meminta pemerintah untuk turun tangan dalam menengahi polarisasi yang masih terus berlangsung. Sebanyak 75 persen responden menginginkan pemerintah menegaskan kembali komitmen menjadikan demokrasi Pancasila sebagai perekat.

"Namun demokrasi Pancasila yang dimaksud bukan pula kenegaraan era Orde Baru dan bukan sistem sebelum amandemen UU 45," kata Ardian.

Survei dilakukan pada 5-10 Mei 2017 dengan 1.200 responden di seluruh Indonesia dengan metode multistage random sampling dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner dan margin of error lebih kurang 2,9 persen. [dan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini