Liput aksi, wartawan di Aceh dicekik polisi

Sabtu, 2 November 2013 08:37 Reporter : Afif
Liput aksi, wartawan di Aceh dicekik polisi Wartawan Medan demo antikekerasan. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang wartawan media online di Aceh, Kaya Alim mendapat perlakuan kasar dari oknum polisi di Kabupaten Subussalam yang sedang mengawal demontrasi, Jumat (1/11).

Kejadiannya bermula ketika peserta aksi ingin mempertanyakan beredarnya 700 helai Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang disinyalir untuk mark-up suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Subussalam ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Subussalam.

Saat itulah, puluhan personil polisi menghadang ratusan masa yang memadati kantor tersebut. Lalu terjadilah adu argumen antara koordinator aksi dan polisi dan saat itulah Kaya Alim mendokumentasikan adu mulut tersebut.

Salah seorang oknum polisi yang berinisial AG menghampiri Kaya Alim dan langsung mencekiknya. Tak sampai di situ, datang lagi rekannya juga ikut membentak agar tidak mengambil gambar tersebut.

"Saya sudah bilang bahwa saya jurnalis dan sudah menampakkan kartu pers, tapi tetap tidak digubris," kata Kaya Alim. Karena merasa terancam, Kaya Alim langsung pergi menjauh dari lokasi kejadian.

Terkait tindak kekerasan terhadap wartawan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik, Kaya Alim sudah membuat laporan kepada Polresta Subussalam-Singkil. Dia berharap, Kapolres meminta maaf secara terbuka atas perlakuan anak buahnya yang melawan hukum tersebut.

"Ini telah mencederai kebebasan pers sesuai dengan UU Nomor 40 Tahun 1999, saya berharap bisa diberi hukuman agar bisa menjadi pelajaran untuk yang lain," sebut Kaya Alim. [did]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kekerasan Pada Wartawan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini