Lima Ton Ikan di Danau Maninjau Mati Mendadak Akibat Angin Kencang

Kamis, 8 April 2021 15:02 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Lima Ton Ikan di Danau Maninjau Mati Mendadak Akibat Angin Kencang Lima Ton Ikan di Danau Maninjau Mati Mendadak. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat sekitar lima ton ikan milik petani di Danau Maninjau mati secara mendadak akibat angin kencang dan curah hujan tinggi melanda daerah itu semenjak Senin (5/4).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Edi Natrial di Lubukbasung, Kamis, mengatakan lima ton ikan jenis nila itu milik petani di Galapuang, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjungraya.

"Lima ton ikan siap panen itu milik 15 orang petani dengan kematian 300 kilogram sampai satu ton," katanya didampingi Penyuluh Perikanan, Asrul Deni Putra dilansir Antara, Kamis (8/4).

Pada Selasa (6/5), ikan mulai pusing dan mati akibat kadar oksigen berkurang di dasar setelah naiknya air dari dasar danau.

"Bangkai ikan mengapung dipermukaan danau dan petani mengalami kerugian sekitar Rp100 juta," katanya.

Edi mengimbau petani untuk segera memanen ikan dan bagi yang belum siap panen, pindahkan ke kolam air deras. Selain itu, tidak menebar bibit ikan, karena potensi kematian ikan cukup tinggi saat cuaca exstrim ini.

"Imbauan itu dalam mengantisipasi kerugian bagi petani," katanya.

Ia mengakui, kematian ikan di Danau Maninjau selama Januari sampai 8 April 2021 sebanyak 20 ton. Sebelumnya, ikan milik petani di Danau Maninjau mati sebanyak 15 ton pada Januari dan Februari 2021. Ikan itu mati tersebar di Nagari Kotomalintang dan Bayua. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Angin
  3. Perikanan
  4. Lubuk Basung Agam
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini