Lima tahun berturut Banyuwangi mendapatkan Piala Adipura

Kamis, 3 Agustus 2017 14:52 Reporter : Amanda FN
Lima tahun berturut Banyuwangi mendapatkan Piala Adipura Banyuwangi raih Adipura. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kabupaten Banyuwangi kembali mendapatkan penghargaan Piala Adipura 2017 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK)yang diserahkan langsung oleh Menteri LHK Siti Nurbaya kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Jakarta, Rabu (2/8) malam.

Ini merupakan penghargaan kelima secara berurutan sejak 2013, di mana sebelumnya sudah 17 tahun Piala Adipura lepas dari Banyuwangi.

Penghargaan ini didapatkan kepada daerah yang dinilai mampu menjaga lingkungan dan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan. Banyuwangi mendapatkan kategori kota sedang.

"Alhamdulillah kita mempertahankan Adipura lima tahun berturut-turut. Ini buah kerja keras masyarakat. Semua berperan nyata seperti petugas kebersihan dan persampahan, yang paling nyata adalah semua warga yang ingin mewujudkan budaya bersih," tutur Anas.

Anas mengungkapkan, Pemkab Banyuwangi memang mempunyai petugas dan program untuk menjaga kebersihan dan mengelola sampah. Namun, yang paling berperan ialah masyarakat. "Karena kunci kebersihan ada di masyarakat, maka mari bersama-sama bebenah," kata Anas.

Anas menambahkan, untuk memantau warga yang membuang sampah ke sungai, Pemkab Banyuwangi memasang CCTV dan pintu-pintu air sungai dipercantik agar masyarakat malu untuk membuang sampah ke sungai.

Saat ini 620 orang petugas menjaga kebersihan Kota Banyuwangi secara rutin yang terdiri dari petugas penyapu, drainase, bank sampah, dan pengelola taman. Sudah ada 23 ruang terbuka hijau di Banyuwangi yang berfungsi sebagai ruang publik sekaligus menjaga kebersihan udara.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Husnul Khotimah menambahkan, penghargaan Adipura diterima Banyuwangi karena memenuhi sejumlah kriteria penilaian. Faktor yang dinilai berupa kebersihan di sejumlah ruang publik seperti pasar, jalan, perkantoran, sekolah, rumah tinggal penduduk, sungai serta ketersediaan fasilitas penunjang kebersihan yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah.

"Target ke depan, kami akan menyediakan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di tingkat desa dan kecamatan. Untuk program ini minimal kecamatan menyiapkan satu TPA dengan menggunakan lahan yang tak terpakai untuk TPA," kata Husnul

Ia juga berharap permasalahan aset yang akan dipakai untuk TPA bisa segera dipenuhi. [hrs]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini