Lima Catatan Gus Ipul yang Bisa Jadi Modal untuk Kemajuan Jatim

Minggu, 17 Februari 2019 12:27 Reporter : Haris Kurniawan
Lima Catatan Gus Ipul yang Bisa Jadi Modal untuk Kemajuan Jatim Gus Ipul ngobrol bareng anak-anak milenial di Rumah Jaman Now. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memiliki catatan khusus usai dirinya tidak lagi menjabat sebagai Wagub Jatim. Sebelum menyampaikan catatannya, Ia mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak, khususnya masyarakat Jatim karena diberi kesempatan menjadi wagub selama dua periode.

Dalam perjalanannya sebagai orang nomor dua di Jatim, Gus Ipul menyampaikan, banyak catatan yang dapat dirinya torehkan, baik yang membanggakan maupun yang memerlukan perbaikan di masa yang akan datang. Dirinya berharap, agar nantinya kesejahteraan masyarakat Jatim terus meningkat.

"Ada demikian banyak instrumen tersedia agar Jatim melangkah lebih jauh ke depan dibanding apa yang kita saksikan dan rasakan hari ini. Tentu saya wajib bersyukur atas apa yang telah kita capai," kata Gus Ipul dalam pesan singkat kepada merdeka.com.

Dirinya juga menyampaikan, ada kemajuan-kemajuan di sejumlah bidang selama Ia menjabat. Namun melihat modal yang dimiliki Jatim, seharusnya provinsi itu bisa terus berkembang. Dalam catatannya, ada lima hal penting yang menjadi faktor pengungkit kemajuan, dan itu sekaligus merupakan modalitas yang bisa diandalkan.

Hal tersebut yang pertama ialah Provinsi Jatim merupakan hubungan kawasan Timur Indonesia. Posisi ini merupakan berkah buat Jatim sehingga menjadi lintasan arus barang dan orang. Jatim menjelma pusat perdagangan yang menopang provinsi-provinsi lain di kawasan Timur Indonesia.

"Keberkahan itu dapat segera terlihat dari pertumbuhan perdagangan antara Jatim dengan sejumlah provinsi di kawasan timur yang berkembang amat baik dari waktu ke waktu."

"Tak bisa dibantah, hubungan itu telah menjelma salah satu bentuk pengungkit kemajuan yang luar biasa. Karena posisi itu pula lah, maka Jatim telah menjadi provinsi terdepan, yang melayani lebih dari 100 juta penduduk di kawasan Timur Indonesia. Hub benar-benar telah jadi pembeda antara Jatim dengan provinsi lain di Indonesia," jelasnya.

Kedua, Jatim merupakan salah satu basis TNI dan Kepolisian. TNI Angkatan Laut, misalnya, memiliki Armada Timur yang berbasis di Surabaya. Melimpahnya jumlah personel yang dimiliki TNI AL dengan anggaran yang ada, maka menguntungkan untuk Jatim. Belum lagi markas-markas TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara dan Kepolisian.

"Itu merupakan keberkahan kedua yang membantu Jatim. Kondisi ini juga berkontribusi besar bagi terciptanya keamanan sebagai prasyarat terjaganya kesinambungan pembangunan," lanjutnya.

Modal lainnya adalah kenyataan bahwa, provinsi di bagian timur Pulau Jawa ini memiliki masyarakat rukun dengan pola berpikir yang terbuka.

"Karena budaya dan tradisi yang guyub itu, warga Jatim terbiasa menerima keragaman sekaligus juga kesediaan berpartisipasi dalam proses pembangunan. Ulet dan tangguhnya pelaku-pelaku UMKM yang jumlahnya jutaan, telah membuktikan diri sebagai sebuah kelompok yang mampu bertahan dalam keadaan ekonomi sesulit apapun."

"Berdampingan dengan para pelaku UMKM, Jatim juga memiliki pengusaha-pengusaha tangguh, yang sebagian, bahkan sudah go international. Bersama UMKM dan pengusaha, perkembangan Jatim kian terasa dengan kehadiran masyarakat yang dengan sukarela mau berpartisipasi secara aktif, dari tingkat RT, RW hingga komunitas-komunitas keagamaan. Kehadiran mereka sangat terasa dalam proses pembangunan," kata Gus Ipul.

Keempat, Jatim merupakan provinsi dengan sejumlah kepala daerah yang memiliki prestasi membanggakan di bidang dan daerah masing-masing. Mereka bergerak, bekerja dan berjuang penuh kreatif. Sering, demi kemajuan daerahnya, mereka bekerja secara out of the box. Menolak berpikir linear. Bahu membahu mewariskan kepastian bagi masyarakat.

"Sebut saja untuk mewakili para pejuang dari daerah itu, Tri Rismaharini atau Abdullah Azwar Anas. Yang pertama merupakan Wali Kota Surabaya yang kesohor karena penghijauan taman-taman. Atau Bupati Azwar yang terkenal karena berani memecah kebekuan Banyuwangi menuju kabupaten penuh inisiatif dan kreativitas. Bersama para kepala daerah yang membanggakan, Jawa Timur juga jadi tempat berkumpulnya ribuan aparatur sipil negara yang profesional dan berprestasi," jelasnya.

"Kelima, adanya sejumlah legacy dari para gubernur terdahulu. Mohammad Noer di awal 70-an, misalnya, menginspirasi karena gagasan warga gemuyu-nya. Atau industrialisasi Soelarso lewat SIER, PIER, atau Ngoro Industrial Estate. Agar warga tidak tumpah ke kota sebagai dampak industrialisasi, gubernur " tidak semua laki-laki" Basofi Soedirman hadirkan Gerakan Kembali ke Desa. Lalu Imam Utamo mempersempitkan kesenjangan kawasan dengan Suramadu dan Jalan Lintas Selatan," kata Gus Ipul.

Berdasarkan sejumlah modal besar di atas, sebenarnya Jatim bisa maju lebih cepat. Meski begitu dirinya bersyukur, selama 10 tahun terakhir ada kemajuan atau peningkatan dalam beberapa bidang, seperti terjadinya penurunan angka kemiskinan, pengurangan angka pengangguran dan meningkatnya pelayanan publik dan investasi.

"Tapi untuk ukuran Jatim, capaian itu merupakan hal yang lumrah dan normal. Banyaknya penghargaan, seringkali menjebak kita dalam ukuran-ukuran normatif dan tidak menggambarkan kinerja yang sesungguhnya," ucap politisi PKB ini.

"Dengan modal di atas, memang sudah seharusnya Provinsi Jatim memperoleh penghargaan tersebut. Berbeda dengan legacy. Sesuatu yang diciptakan dan punya efek jangka panjang. Dalam pandangan saya, capaian ini merupakan ikhtiar mempertahankan prestasi dari era sebelumnya."

"Kalau menggunakan terminologi khazanah Islam, kita berada di titik al muhafadzoh alal qodimis sholeh—menjaga yang sudah diwariskan para gubernur terdahulu. Belum pada tataran al akhdzu bil jadidil aslah—melakukan sesuatu yang baru yang belum dilakukan para pendahulu kita. Di sini yang saya maksud dengan legacy," pungkasnya. [hrs]

Topik berita Terkait:
  1. Gus Ipul
  2. Jawa Timur
  3. Syaifullah Yusuf
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini