Lima Bule Terlibat Perkelahian di Sanur Bali

Senin, 8 Juli 2019 13:56 Reporter : Moh. Kadafi
Lima Bule Terlibat Perkelahian di Sanur Bali Ilustrasi Pengeroyokan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Perkelahian yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) terjadi di depan toko perhiasan, Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Denpasar Selatan, pada Minggu (7/7) kemarin, viral di media sosial Bali.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 Wita. Dalam rekaman video yang viral, terlihat lima WNA tengah mengeroyok seorang WNA lainnya yang berbaju hitam. Pria tersebut dikeroyok dan hingga tersungkur di pinggir jalan. Kemudian datang petugas keamanan setempat untuk melerainya.

Salah satu saksi, Cok Kris Bhagawantha Pemayun, sempat merekam kejadian tersebut. Dia mengatakan, saat itu sedang ngopi dan tiba-tiba terdengar pecahan kaca. Lalu ia mendekat dan melihat ada sekitar lima bule terlibat pertengkaran.

"Tiba-tiba suara kaca pecah dan langsung terjadi baku hantam di seberang (supermarket) Hardys Sanur. Kalau awal ceritanya saya kurang tahu pasti," kata dia, saat dihubungi, Senin (8/7) siang.

Selanjutnya, mendengar peristiwa tersebut, sejumlah aparat desa dan Pecalang Banjar, Batu Jimbar datang untuk melerainya. Lalu, banyak warga yang datang, keributan berhenti dan bule yang terlibat saling memaafkan dan berdamai.

"Warga sekitar langsung keluar dan keamanan dan pecalang langsung sigap datang ke TKP. Lima bule dipisahkan warga sama pecalang keamanan setempat," jelas Pemayun.

di sanur

©2019 Merdeka.com/istimewa

Dalam pertengkaran tersebut, di TKP nampak pecahan kaca berserakan tepat di lokasi kejadian. Kaca tersebut rupanya berasal dari toko tempat kejadian. Pada paginya kaca toko langsung diperbaiki. Namun, masih ada sisa-sia pecahan kaca.

Sementara Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya menjelaskan, pihaknya menduga para bule ini ribut karena adanya salah paham mengenai serempetan kendaraan saat mengemudi.

"Enggak ada laporan (resmi) dari info hanya masalah serempetan dan sudah diganti rugi. Tidak ada yang tahu (asal WNA). Satpam hanya keluar memisahkan. Habis itu mereka cipika-cipiki, selesai dengan ganti rugi," ujarnya, saat dikonfirmasi Senin (8/7).

di sanur

©2019 Merdeka.com/istimewa

Selain itu, Kapolsek juga akan mendalami terjadinya peristiwa tersebut. "Saya cek dulu data lengkapnya," ujarnya. [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pengeroyokan
  3. Wisatawan Asing
  4. Denpasar
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini