Lili Pintauli Dilaporkan ke Dewas KPK, Ini Tanggapan Alexander Marwata

Kamis, 14 April 2022 22:57 Reporter : Purnomo Edi
Lili Pintauli Dilaporkan ke Dewas KPK, Ini Tanggapan Alexander Marwata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. ©2022 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dilaporkan ke Dewan Pengawas KPK karena diduga menerima gratifikasi berupa fasilitas dan tiket menonton MotoGP di Mandalika. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata yang ditanya soal laporan itu enggan berkomentar banyak.

Alex mengaku tak tahu menahu tentang dugaan gratifikasi yang didapat Lili. Dia menyerahkan sejawatnya itu memberi klarifikasi.

"Saya enggak tahu. Biarlah itu nanti yang melakukan klarifikasi yang bersangkutan sendiri," kata Alex di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kamis (14/4).

Menurut Alex, yang mengetahui masalah itu adalah Lili Pintauli sendiri. "Gratifikasi itu pelaporan yang dilakukan sukarela. Yang tahu apakah gratifikasi atau tidak ya yang bersangkutan," papar Alex.

2 dari 3 halaman

Gratifikasi dari BUMN

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar kembali dilaporkan ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Lili dianggap melanggar kode etik insan KPK lantaran diduga menerima gratifikasi saat menonton ajang MotoGP Mandalika. Lili diduga menerima gratifikasi dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Ya benar ada pengaduan terhadap Ibu LPS (Lili Pintauli Siregar)," ujar anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris dalam keterangannya, Rabu (13/4).

Haris mengatakan pihaknya saat ini tengah mempelajari pengaduan tersebut sesuai prosedur operasional yang berlaku di Dewas KPK. Namun Haris belum bersedia menjelaskan lebih lanjut soal substansi laporan tersebut.

"Saat ini Dewas sedang mempelajari pengaduan tersebut sesuai prosedur operasional baku yang berlaku," kata dia.

Berdasarkan informasi yang diterima, Lili diduga mendapatkan tiket MotoGP Mandalika di Grandstand Premium Zona A-Red serta fasilitas penginapan di Amber Lombok Beach Resort.

3 dari 3 halaman

Bukan yang Pertama

Lili bukan kali pertama dilaporkan ke Dewas KPK. Sebelumnya, dia pernah dijatuhi sanksi etik berat oleh Dewas KPK berupa pemotongan gaji pokok sebesar 40% selama setahun.

Saat itu Dewas menyatakan Lili terbukti melanggar etik dan pedoman perilaku lantaran menyalahgunakan pengaruh sebagai pimpinan KPK lantaran berkomunikasi dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Komunikasi berkaitan dengan pengusutan kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Tanjungbalai yang menyeret nama Syahrial.

Selain komunikasi dengan Syahrial, Lili juga pernah dilaporkan soal dugaan pelanggaran etik menyebarkan berita bohong. Lili diduga berbohong saat konferensi pers mengenai komunikasinya dengan Syahrial.

Dalam konferensi pers 30 April 2021, Lili membantah menjalin komunikasi dengan Syahrial. Namun tak lama berselang, Lili kedapatan terbukti berkomunikasi dengan Syahrial dan dijatuhkan sanksi etik berat. [yan]

Baca juga:
Kasus Lili Pintauli, Komisi III Panggil KPK Usai Reses
Lili Pintauli Dilaporkan ke Dewas KPK, Diduga Terima Gratifikasi MotoGP Mandalika
Lili Pintauli Dilaporkan ke Dewas, KPK Ajak Masyarakat Hormati Proses Pemeriksaan
Dewas KPK Kembali Terima Laporan Pelanggaran Etik Lili Pintauli Siregar
Usai Divonis, Eks Penyidik KPK Robin Siap Bongkar Kembali Keterlibatan Lili Pintauli
Dihubungi Lili Pintauli, Eks Wali Kota Tanjungbalai Akui Ditawari Pengacara

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini