Libur panjang, seribuan pendaki serbu Gunung Slamet

Sabtu, 26 Maret 2016 03:02 Reporter : Chandra
Libur panjang, seribuan pendaki serbu Gunung Slamet Gunung Slamet. ©2013 Merdeka.com/Chandra

Merdeka.com - Libur panjang yang bertepatan dengan akhir pekan, dimanfaatkan sekitar seribu pendaki untuk melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet. Pendakian tersebut dilakukan melalui posko pendakian Gunung Slamet dari Dusun Bambangan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja, Purbalingga.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Purbalingga, Prayitno mengemukakan, para pendaki yang datang tersebut mulai berdatangan sejak Kamis (24/3) sore. "Kebanyakan para pendaki yang akan naik, datang dalam rombongan berjumlah lima sampai 10 orang. Selain itu, ada juga yang datang per orangan untuk mendaki," jelasnya, Jumat (25/3).

Pendaki yang datang, jelas Prayitno, berasal dari beberapa kota di Pulau Jawa meliputi, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Pekalongan, Purwokerto, dan Tasikmalaya. Lebih lanjut, ia mengemukakan untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan perwakilan tiap rombongan untuk meninggalkan identitas mereka.

"Selain itu, kami juga melakukan pendataan untuk semua pendaki di posko pendakian. Tak hanya itu, kami juga membagikan lembaran berisi informasi jalur pendakian dan juga nomor yang bisa dihubungi jika mengalami kondisi yang tidak diinginkan untuk pertolongan," jelasnya.

Tak hanya itu, pendaki yang akan naik juga dibekali plastik untuk membawa kembali sampah yang digunakan pendaki sepanjang perjalanan. Langkah tersebut, menurutnya, dilakukan sebagai bagian edukasi kepada pendaki untuk selalu menjaga lingkungan di Gunung Slamet.

"Kantong plastik ini kami berikan, karena biasanya setelah momen seperti ini, petugas SAR dan warga setempat kerap membawa turun puluhan karung berisi sampah sisa pendakian. Karena itu, kami ingin menyadarkan pendaki untuk selalu menjaga alam di Gunung Slamet," katanya.

Ia berharap, saat pendakian kali ini, para pendaki harus tetap waspada karena cuaca di puncak gunung tertinggi di Jawa Tengah, cukup dingin dan sesekali turun hujan. "Kami harap pendaki tetap waspada terhadap kemungkinan serangan hipotermia dan jalan setapak yang licin," ujarnya [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini