Libatkan KPK, BW sebut seleksi Badrodin lebih bagus ketimbang BG

Jumat, 17 April 2015 10:01 Reporter : Parwito
Libatkan KPK, BW sebut seleksi Badrodin lebih bagus ketimbang BG Bambang Widjojanto dibebaskan Bareskrim. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto ikut berkomentar soal proses penetapan Komjen Badrodin Haiti jadi Kapolri. Menurut pria yang akrab disapa BW ini, proses Badrodin ini lebih baik ketimbang yang terjadi pada Komjen Budi Gunawan (BG).

BW mengatakan, dalam proses seleksi penetapan Badrodin PPATK dan KPK dilibatkan. Hal ini berbeda saat seleksi yang terjadi pada Budi Gunawan, KPK dan PPATK tidak dilibatkan.

"So far, sampai sejauh ini kalau yang melihat prosesnya jauh lebih baik dari sebelumnya. Artinya, KPK dipanggil, PPATK dipanggil, diklarifikasi dikonfirmasi oleh Komisi III. Setidak-tidaknya ada proses di situ. Nah itu dari sebelumnya khan tidak ada," kata Bambang di Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang, Jawa Tengah Kamis (16/4) malam.

Menurut dia, Badrodin salah satu sosok perwira tinggi Polri yang mempunyai track record lebih baik dibanding lainya. Paling tidak, lanjut BW, selama dirinya menjadi pimpinan belum ada catatan buruk yang menimpa Badrodin.

"Memang sebelumnya juga begitu kan. Hasil fit and proper bagus. Hasil klarifikasi dengan KPK yang disampaikan pimpinan KPK juga bagus. Setidak-tidaknya KPK tidak pernah memeriksa laporan masyarakat yang berkaitan dengan rekening gendut itu. Setidaknya itu yang saya tahu," terang BW.

Seperti diketahui, KPK pimpinan Abraham Samad dan BW menetapkan Budi Gunawan jadi tersangka gratifikasi satu hari sebelum uji kepatutan dan kelayakan mantan ajudan Megawati Soekarnoputri itu jadi Kapolri.

Pasca penetapan BG, hubungan Polri dan KPK memanas. Abraham Samad dan BW juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. Sementara status tersangka BG dianulir karena menang saat ajukan praperadilan di PN Jakarta Selatan.

Tahun ini KPK buka cabang di daerah

Di lain hal, BW mengatakan harusnya tahun ini KPK sudah mulai membuka cabang di daerah sesuai dengan perencanaan pada eranya dulu. Pembangunan KPK di daerah direncanakan dilakukan ditiga wilayah Indonesia yaitu Indonesia bagian barat, Indonesia bagian timur dan Indonesia bagian tengah.

"Saya nggak tahu yang pimpinan sekarang. Indonesia mau kita pecah jadi tiga kita mau mulai dengan Indonesia wilayah barat dulu. Satu provinsi di situ. Sebenarnya ada kandidat provinsinya, tapi kita belum bisa sebut. Cuma salah satu provinsi yang ada di Sumatera itu. Ada ukuran-ukurannya," tegas BW.

Setelah membangun KPK di wilayah Indonesia bagian barat tahun ini, kemudian akan menyusul dua bagian Indonesia yang lainnya. "Setelah Indonesia bagian barat, menyusul ke Indonesia ke tengah dan kemudian ke Indonesia bagian timur," ucapnya.

BW berharap KPK bisa memberantas korupsi sampai di masyarakat bawah. Pasalnya, selama ini yang merasakan adanya pergerakan upaya pemberantasan korupsi hanya media saja terkait pemberitaan.

"Terus kemudian yang kedua, yang mesti dilakukan oleh lembaga kayak KPK itu supaya pemberantasan korupsi itu berasa di masyarakat. Sekarang yang baru ngerasain itu baru media. Yang ribut, sibuk itu media dan kita beterima kasih sama media. Tetapi, itu tidak cukup kedepanya supaya pemberantasan korupsi bisa dirasakan masyarakat kecil," jelasnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini