Legislator kecewa polisi represif kepada mahasiswa Papua di Yogya

Selasa, 26 Juli 2016 19:02 Reporter : Rimba
Legislator kecewa polisi represif kepada mahasiswa Papua di Yogya tim khusus dpr papua tiba di yogya. ©2016 Merdeka.com/hartanto rimba

Merdeka.com - Anggota Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, Wilhelmus Pigai, mengatakan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta mestinya menggunakan pendekatan humanis pengamanan di asrama Papua, 14-15 Juli lalu. Tindakan represif polisi dinilai justru mencederai semangat persatuan.

"Kami sakit hati karena orang Papua diperlakukan seperti itu. Dogma bahwa kami separatis itu salah. Pendekatan untuk rakyat Papua tidak boleh menggunakan pendekatan yang berwatak militeristik," kata Wilhelmus Pigai, dalam pertemuan dengan mahasiswa Papua se-Jawa, di Yogyakarta, Selasa (26/7).

Wilhelmus merasa keberatan dengan lelaku aparat keamanan terhadap mahasiswa Papua. Menurutnya tindakan represif aparat justru menciptakan pelanggaran hak asasi manusia.

"Nasionalisme kami akan hancur, jika mendapat pengamanan yang represif," tutup Wilhelmus. [ary]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini